Perjalanan tim beregu putra Indonesia di ajang Thomas Cup 2026 harus berakhir tragis. Tim Merah Putih dipastikan tersingkir di fase grup setelah takluk 1-4 dari Prancis pada laga terakhir Grup D yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026) malam WIB.

Kekalahan tersebut membuat langkah Indonesia terhenti, gagal bersaing dengan Thailand dan Prancis yang berhak melaju ke babak perempat final. Ekspresi kekecewaan terlihat jelas, salah satunya dari Jonatan Christie seusai gagal menyumbangkan poin untuk tim beregu putra Indonesia.

Pengamat Soroti Kegagalan Tim Merah Putih

Pengamat bulu tangkis, Broto Happy Wondomisnowo, menyayangkan hasil yang diraih tim Merah Putih di ajang Thomas Cup 2026. Pria kelahiran 26 September 1963 itu menilai, persiapan Indonesia sebenarnya sudah dilakukan jauh hari dengan berangkat lebih awal ke Denmark. Langkah ini bertujuan untuk beradaptasi dan mematangkan strategi.

Namun, upaya tersebut ternyata belum mampu membuahkan hasil maksimal. Penampilan tim putra Indonesia masih jauh dari ekspektasi, berujung pada catatan pahit di turnamen bergengsi ini.

“Sedih sejujurnya melihat kegagalan tim beregu putra Indonesia di Thomas Cup 2026. Selama ini Indonesia merupakan raja Piala Thomas dengan 14 gelar,” ujar Broto Happy Wondomisnowo saat dihubungi JPNN.com, Rabu (29/4).

Ia menambahkan, “Sejarahnya agak kelam karena Indonesia tersingkir di fase grup. Uniknya itu terjadi ketika mereka berangkat lebih awal, tetapi juga pulang lebih cepat.”

Komentar Broto Happy Wondomisnowo ini menyoroti ironi di balik persiapan matang yang telah dilakukan tim Indonesia, namun harus menelan pil pahit tersingkir di babak awal.