Teheran menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam perundingan di Pakistan awal pekan depan, dengan syarat Amerika Serikat (AS) bersedia menerima proposal baru dari Iran. Informasi ini dilaporkan oleh The Wall Street Journal pada Jumat, 2 Mei 2026, mengutip beberapa sumber.

Menurut laporan tersebut, Iran diduga menawarkan perundingan mengenai syarat-syarat pembukaan Selat Hormuz. Sebagai imbalannya, Iran menuntut jaminan dari AS untuk menghentikan serangan dan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Usulan ini juga dilaporkan membuka kemungkinan pembahasan isu-isu terkait program nuklir Iran, dengan imbalan pelonggaran sanksi dari AS.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Jumat mengatakan kepada Kongres bahwa permusuhan terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari, telah berakhir. Meskipun demikian, Pentagon terus memperbarui postur militernya di kawasan tersebut, mengacu pada ancaman yang diduga masih ada.

Konflik antara kedua negara memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Perundingan sebelumnya di Islamabad berakhir tanpa hasil. Presiden Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata untuk memberikan waktu kepada Iran agar dapat mengajukan “proposal terpadu” yang baru.