Ikatan Perempuan Indonesia Peduli (IPIP) menyalurkan santunan dan paket sembako kepada 200 marbot, guru ngaji, penggali kubur, serta pengumpul sampah di Surabaya pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan bakti sosial ini digelar selama bulan Ramadan, menyasar profesi yang kerap luput dari perhatian.

Setiap penerima bantuan memperoleh total senilai Rp675 ribu. Rinciannya meliputi paket sembako senilai Rp200 ribu, santunan tunai Rp200 ribu dari IPIP dan para donatur, zakat Rp200 ribu dari anggota IPIP Ning Titin, serta kupon makan dan minum senilai Rp75 ribu.

Ketua IPIP, Asrilia Kurniati, menjelaskan bahwa bantuan ini dikhususkan bagi kelompok pekerja sosial dengan penghasilan relatif kecil. “Penerima santunan kami khususkan untuk marbot, guru ngaji, penggali kubur, serta pengumpul sampah. Kepedulian terhadap mereka masih jarang, padahal penghasilan mereka sangat kecil,” ujar Asrilia.

Ia menambahkan, sebagian guru ngaji hanya menerima imbalan sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan. Sementara itu, marbot dan penggali kubur sering bekerja tanpa gaji tetap, hanya mengandalkan pemberian sukarela dari masyarakat. “Dengan bantuan sekitar Rp400 ribu dalam bentuk uang tunai serta tambahan sembako, kami berharap kebutuhan mereka selama Ramadan sedikit terbantu,” kata Asrilia.

Acara penyaluran santunan tersebut berlangsung di Livin Land by Mandiri, Jalan Pemuda, Surabaya. Program ini juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra, antara lain Bank Mandiri, Melodia, BAS, Truefindo, serta Mie Bola Mas.

Kegiatan bakti sosial ini turut dimeriahkan dengan hiburan home band dan stand up comedy. Ustaz Munif Mustofa, M.Pd, juga hadir memberikan tausiah yang mengajak peserta memanfaatkan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, sebelum ditutup dengan acara buka puasa bersama.

IPIP sebelumnya juga telah menggelar kegiatan serupa dengan cakupan lebih luas. Tahun lalu, organisasi ini menyalurkan bantuan kepada sekitar 2.000 kaum dhuafa dan anak yatim. Asrilia berharap aksi sosial semacam ini dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk membantu profesi yang jarang terlihat namun sangat dibutuhkan di lingkungan sekitar.