PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menegaskan dukungannya terhadap program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026. Inisiatif ini bertujuan menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan terlindungi bagi masyarakat.
Mardian Adhitya, TJSL & ESG Division Head Indonesia Re, menyatakan bahwa peran reasuransi sangat krusial dalam program ini. “Melalui peran reasuransi, kami memastikan adanya sistem mitigasi risiko yang kuat, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan terlindungi,” ujar Mardian pada Rabu, 18 Maret 2026.
Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 berhasil memberangkatkan total 116.688 pemudik menuju lebih dari 200 kota di seluruh Indonesia. Para pemudik menggunakan berbagai moda transportasi, meliputi bus, kereta api, dan kapal laut.
Secara rinci, lebih dari 64.000 pemudik diberangkatkan menggunakan sekitar 1.400 unit bus. Sementara itu, hampir 33.000 pemudik memanfaatkan 99 rangkaian kereta api, dan lebih dari 5.000 pemudik menempuh perjalanan dengan 42 unit kapal laut.
Pelepasan keberangkatan moda bus berlangsung di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa, 17 Maret 2026. Indonesia Re turut berpartisipasi aktif dengan memberangkatkan pemudik untuk rute Jakarta-Wonogiri. Untuk menjamin aspek keselamatan, perusahaan juga menyediakan fitur live location guna memantau perjalanan dan memastikan pemudik tiba di tujuan dengan selamat.
Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, menyampaikan bahwa program ini mengusung tema “Mudik Aman, Berbagi Harapan”. Melalui tema tersebut, BUMN berkomitmen menghadirkan perjalanan mudik yang aman, tertib, dan bermakna bagi masyarakat.
Senada, Managing Director Stakeholder Management BPI, Danantara Rohan Hafas, menjelaskan bahwa program ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. “Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar BUMN tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Danantara.
Muhammad Awaluddin, Direktur Utama Jasa Raharja sekaligus Ketua Panitia Mudik Gratis BUMN 2026, menambahkan bahwa program ini lebih dari sekadar penyediaan fasilitas transportasi. “Program ini tidak sekadar menyediakan fasilitas transportasi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial BUMN dalam memastikan keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik,” tegas Awaluddin.
Program Mudik Gratis BUMN 2026 juga mengalami peningkatan layanan signifikan melalui sistem pendaftaran terintegrasi lintas BUMN dan Kementerian Perhubungan. Sistem ini memastikan keakuratan data dan mencegah pendaftaran ganda dengan penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal.
Indonesia Re menilai kolaborasi lintas BUMN dalam program ini menjadi contoh sinergi yang kuat dalam memperkuat ekosistem perlindungan dan keselamatan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan nasional.
