Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Filipina, sebagai pemegang keketuaan ASEAN tahun ini, untuk menyesuaikan format agenda pertemuan ASEAN. Penyesuaian ini diambil mengingat dampak signifikan dari konflik yang berkecamuk di Timur Tengah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, membenarkan bahwa pemerintah Filipina selaku tuan rumah KTT ASEAN telah melakukan penyesuaian pelaksanaan agenda, termasuk mengubah format sejumlah acara pertemuan menjadi rapat daring. Hal ini disampaikannya saat ditemui usai taklimat media di Jakarta pada Rabu.

“Indonesia, sebagai negara anggota, tentu akan ikut menyesuaikan dengan yang telah ditentukan oleh pemegang keketuaan di tahun berjalan,” kata Nabyl, menegaskan komitmen Indonesia terhadap keputusan kolektif ASEAN.

Nabyl juga memastikan bahwa langkah yang diambil oleh pemerintah Filipina tersebut telah melalui proses konsultasi dengan seluruh negara anggota ASEAN, menunjukkan adanya konsensus regional dalam menghadapi situasi global yang dinamis.

KTT ASEAN ke-48 dan ke-49 Tetap Berlangsung dengan Penyesuaian

Menurut laporan kantor berita Filipina PNA, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu akan tetap digelar pada 8-9 Mei 2026 mendatang. Namun, penyelenggaraannya akan dilakukan dengan penyederhanaan signifikan sebagai respons terhadap konflik di Timur Tengah.

Marcos menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan para pemimpin di Asia Tenggara, mempertimbangkan opsi penundaan KTT. Ia menyebut KTT ke-48 ASEAN akan dilaksanakan dengan “sangat sederhana” dan akan berfokus pada tiga aspek utama: minyak, pangan, dan tenaga kerja migran.

Presiden Filipina menekankan pentingnya KTT mendatang untuk membantu para pemimpin ASEAN menentukan langkah ke depan, bagaimana negara-negara anggota dapat saling membantu, serta bagaimana ASEAN harus mengambil sikap terkait dinamika global yang terjadi.

Sementara itu, KTT ke-49 ASEAN yang dijadwalkan berlangsung di Kota Pasay pada 10-12 November 2026 “secara tentatif” masih akan dilanjutkan. Agenda penting ini diharapkan akan dihadiri oleh para pemimpin dunia.

Pemerintah Filipina juga memutuskan bahwa seluruh rangkaian pertemuan persiapan menjelang KTT ke-48 dan ke-49 ASEAN akan dilaksanakan secara daring. Departemen Luar Negeri Filipina telah diinstruksikan untuk melakukan penyesuaian terkait hal ini.