MOROWALI, SULAWESI TENGAH – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) secara resmi mulai mengoperasikan armada bus listrik untuk mendukung mobilitas karyawan di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mempercepat elektrifikasi dan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Manajer Departemen Pelayanan Umum PT IRNC, Arifin, menjelaskan bahwa rencana pengadaan bus listrik telah dimulai sejak tahun 2025. Riset mendalam mengenai penerapan transportasi listrik dilakukan di beberapa kawasan industri, termasuk di Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara, sebelum implementasi di Morowali.
Tujuh Unit Bus Listrik Beroperasi
“Pada Januari 2026 kami mulai mendatangkan tujuh unit bus listrik dari Tiongkok, lalu mulai dioperasikan pada Februari 2026,” ujar Arifin di Morowali, Sabtu (23/5/2026).
Kehadiran bus listrik ini melengkapi armada bus konvensional yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi pekerja di kawasan IMIP. Hingga Mei 2026, total 207 unit bus beroperasi di kawasan tersebut. Dari jumlah itu, 115 unit dikelola oleh Departemen PU PT IRNC untuk melayani karyawan perusahaan di bawah Tsingshan Group, yang terdiri dari 87 bus besar, 28 minibus, dan empat minibus khusus ibu hamil. Tujuh unit bus listrik termasuk dalam 87 bus besar tersebut.
Selain itu, terdapat 86 bus besar dan dua minibus lain yang dioperasikan oleh tenant di kawasan IMIP.
Penggantian Bertahap dan Infrastruktur Pendukung
Arifin menambahkan bahwa penggunaan bus listrik akan dilakukan secara bertahap, menggantikan armada berbahan bakar fosil yang sudah tidak layak pakai. “Ketika angkutan lama tidak layak lagi, kami akan secara bertahap menggantinya dengan bus listrik baru,” tegasnya.
Hingga Mei 2026, dua unit bus konvensional telah dihentikan operasionalnya dan diganti dengan bus listrik. Untuk menunjang operasional kendaraan listrik ini, IMIP juga telah membangun dua stasiun pengisian daya di area utara dan barat kawasan, serta merencanakan penambahan satu unit di area selatan.
“Setiap bus listrik menempuh jarak sekitar 80 kilometer, kami lakukan pengisian daya. Waktu pengisian penuh sekitar satu jam 45 menit hingga dua jam,” jelas Arifin.
Prioritaskan Keselamatan dan Kenyamanan Penumpang
Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, menekankan komitmen perusahaan dalam memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang melalui penerapan sistem pengawasan berbasis teknologi. Ia menjelaskan, perusahaan menerapkan pemisahan tempat duduk penumpang pria dan wanita menggunakan sekat untuk mencegah tindakan asusila di dalam bus.
“Kami juga memastikan fasilitas seperti AC dan tempat duduk terus dirawat karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan karyawan,” kata Yulius.
Selain itu, IMIP menerapkan pengawasan ketat terhadap operasional bus melalui kamera pengawas atau CCTV sesuai ketentuan Sistem Manajemen Keselamatan Lalu Lintas (SMKL). Batas kecepatan kendaraan di kawasan ditetapkan maksimal 30 kilometer per jam. Jika pengemudi melaju di atas 40 kilometer per jam, petugas akan langsung melakukan penindakan dan pelaporan. IMIP juga membangun sejumlah jembatan penyeberangan orang serta menempatkan petugas keselamatan di titik penyeberangan guna meningkatkan keamanan pejalan kaki di dalam kawasan industri.
