Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), meluncurkan dua program unggulan, Jempolan Bajo dan Eazy Stay Permit, di Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Selasa (5/5/2026). Inovasi ini bertujuan mendekatkan layanan keimigrasian langsung kepada masyarakat, khususnya di wilayah daratan Flores yang memiliki kebutuhan dokumen tinggi.
Langkah jemput bola ini dinilai strategis untuk mengatasi kendala jarak dan akses yang selama ini dihadapi warga. Dengan program Jempolan Bajo, warga negara Indonesia (WNI) kini dapat mengurus paspor tanpa harus menempuh perjalanan berjam-jam ke Labuan Bajo. Sementara itu, Eazy Stay Permit (sebelumnya dikenal sebagai Eazy Intal) mempermudah pengurusan izin tinggal bagi warga negara asing (WNA) di Manggarai dan sekitarnya.
Petugas imigrasi hadir langsung di lokasi untuk melayani seluruh tahapan secara terpadu, mulai dari pemeriksaan berkas, perekaman biometrik, hingga wawancara. Proses yang sebelumnya memakan waktu dan biaya perjalanan kini menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
Komitmen Negara Hadir di Tengah Masyarakat
Kepala Seksi Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Yudha Pradigda, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan respons atas kebutuhan riil masyarakat. “Ini bentuk komitmen kami untuk mendekatkan layanan. Tidak semua masyarakat punya waktu dan biaya ke Labuan Bajo. Karena itu, negara harus hadir di tengah mereka,” ujarnya.
Selain pelayanan, kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan sinergi antarinstansi. Kantor Imigrasi Labuan Bajo menyerahkan plakat penghargaan kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai, Yakobus Banggut, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan kolaborasi dalam pelayanan publik.
Respons masyarakat terhadap program ini sangat positif. Indah Jemidin, salah satu pemohon paspor, mengungkapkan rasa terbantunya. “Ini solusi nyata. Kami tidak perlu lagi ke Labuan Bajo. Pelayanannya cepat, petugasnya ramah, dan semua proses jelas. Sangat menghemat waktu,” ungkapnya.
Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, memastikan bahwa inovasi serupa akan terus diperluas. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi hambatan geografis dalam pelayanan. Jempolan Bajo dan Eazy Stay Permit akan terus kami kembangkan agar layanan keimigrasian semakin merata dan inklusif,” tegas Charles.
Dengan pendekatan jemput bola ini, pelayanan publik di sektor keimigrasian di Flores kini bergeser dari terpusat menjadi lebih aktif mendatangi masyarakat, menegaskan kehadiran negara hingga ke wilayah non-pesisir.
