Petenis Polandia Iga Swiatek berhasil menghentikan momentum petenis Yunani Maria Sakkari dengan kemenangan dominan 6-3, 6-2 dalam pertandingan babak ketiga Indian Wells, Selasa (10/3/2026) WIB. Kemenangan ini memastikan langkah Swiatek menuju babak 16 besar turnamen BNP Paribas Open 2026.
Pertandingan ini menjadi pertemuan kesembilan bagi kedua petenis, di mana Swiatek kini unggul 5-4 dalam catatan head-to-head mereka. Kemenangan ini juga menjadi pembalasan manis bagi Swiatek yang sempat dikalahkan Sakkari pada perempat final Doha bulan lalu.
“Kami pernah bermain di dua final di sini, jadi lucu rasanya melihat kami bermain lagi dua tahun kemudian di babak ketiga,” ujar Swiatek usai pertandingan, seperti dikutip WTA. “Jadi, tentu saja ini bukan pertandingan yang mudah. Saya sangat senang dengan hasilnya.”
Perjalanan Karier Berbeda dan Adaptasi Swiatek
Swiatek, yang saat ini menduduki peringkat dua dunia, telah mempertahankan posisinya di dua besar peringkat WTA selama hampir empat tahun sejak ia naik ke peringkat satu pada 2022 setelah pensiunnya Ashleigh Barty. Di sisi lain, Sakkari pernah mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya, yaitu nomor tiga, pada tahun yang sama berkat empat penampilan di final, termasuk Indian Wells.
Namun, peringkat Sakkari kemudian mengalami penurunan signifikan, dari posisi 10 besar selama tiga tahun berturut-turut menjadi peringkat 32 pada 2024 dan 52 pada 2025.
Meski demikian, Sakkari menunjukkan performa impresif sebelum menghadapi Swiatek, memenangi semua gim servisnya dan menyelamatkan enam dari enam break point. Ia bahkan memulai pertandingan melawan Swiatek dengan baik, mengonversi break point keempatnya di gim pembuka dan mempertahankan servisnya untuk unggul 2-0.
Namun, Swiatek dengan cepat menemukan ritmenya. Ia meningkatkan kekuatan forehand-nya dalam kondisi berangin dan berhasil memenangi enam dari tujuh gim terakhir di set pertama. Set kedua berjalan serupa, di mana Swiatek mematahkan servis Sakkari tiga kali. Pukulan backhand terakhir dari Sakkari yang meleset memastikan kemenangan Swiatek.
Secara keseluruhan, Swiatek mematahkan servis Sakkari lima kali dan menyelamatkan enam dari delapan break point yang dihadapinya.
Pelajaran dari Kekalahan Doha
Swiatek mengungkapkan bahwa ia banyak belajar dari kekalahan sebelumnya melawan Sakkari di Doha. Adaptasi menjadi kunci kemenangannya kali ini.
“Saya rasa saya beradaptasi lebih baik dengan bola-bola pendek daripada di Doha,” kata Swiatek. “Saya ingat cukup menyebalkan di sana membuat kesalahan dari bola-bola itu. Saya juga lebih memahami arah angin.”
Petenis berusia 24 tahun itu menambahkan, “Saya rasa servis saya lebih baik, mungkin. Pengembalian bola juga tepat sasaran. Saya ingat di Doha terkadang melakukan kesalahan dan tidak memukul dengan bersih. Hari ini saya benar-benar bisa merasa bebas untuk menekan Maria. Ya, saya memegang momen yang tepat, menurut saya.”
Dengan hasil ini, Swiatek menjadi petenis putri pertama yang melaju ke babak 16 besar selama enam tahun berturut-turut di Indian Wells, menyamai catatan Agnieszka Radwanska dan Carolina Wozniacki pada periode 2008-2014. Sejak format turnamen WTA 1000 diperkenalkan pada 2009, Swiatek juga hanya tertinggal dari Serena Williams dalam persentase kemenangan di turnamen tersebut, dengan minimal 10 pertandingan.
Dalam 34 pertandingan terakhirnya melawan lawan yang berada di luar peringkat 20 besar, Swiatek hanya mengalami satu kekalahan, yaitu saat melawan Sakkari di Doha.
