Hujan deras yang mengguyur wilayah Jawa Barat selama sepekan terakhir memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Tanah longsor, banjir, dan angin kencang dilaporkan melanda sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Bogor, menyebabkan kerusakan dan mengganggu aktivitas warga.
Bencana di Kabupaten Bandung
Di Kabupaten Bandung, bencana angin kencang, banjir, dan tanah longsor terjadi secara bersamaan. Tanah longsor dilaporkan menimpa Desa Kertasari di Kecamatan Cibereum serta Kampung Sayang Heulang di Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang. Sementara itu, banjir dan pohon tumbang melanda Desa Cincin, Kecamatan Soreang, dan angin kencang mengepung Desa Margaasih, Kecamatan Nagreg.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, H Wahyudin, pada Jumat (3/4), mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan bantuan logistik ke berbagai wilayah terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi korban bencana.
Longsor Tutup Akses Jalan di Sumedang
Di Kabupaten Sumedang, tanah longsor terjadi di Blok Habibah, yang merupakan jalur penghubung antara Desa Margalaksana dan Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (2/4) malam tersebut menyebabkan jalan masih tertutup material longsor hingga Jumat (3/4).
Kepala BPBD Sumedang, Bambang Rianto, menjelaskan bahwa upaya pembersihan material longsor masih terus dilakukan. “Upaya membersihkan material longsor masih dilakukan dengan mengerahkan alat berat,” kata Bambang.
Rumah Warga di Bogor Terdampak Longsor
Selain itu, tanah longsor juga melanda Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Longsoran tanah menimpa bagian bangunan rumah milik Mumuy Jajuli. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk sementara, penghuni rumah telah mengungsi ke kediaman keluarga terdekat.
