Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Minggu (11/1) memicu banjir di empat desa. Akibatnya, tiga rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus deras dan satu jembatan penghubung putus.

Empat desa yang terdampak banjir tersebut adalah Desa Wani 1, Desa Wani 2, Desa Wani 3, dan Desa Wani Lumbumpetigo. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 11.35 WITA setelah debit sungai meningkat drastis akibat curah hujan yang tinggi. Laporan resmi mengenai bencana ini diterima oleh pihak berwenang pada pukul 13.00 WITA.

Dampak Kerusakan dan Upaya Penanganan

Di Desa Wani 1, tiga unit rumah warga tidak dapat diselamatkan dan hanyut terbawa arus banjir. Sementara itu, di Desa Wani 3, satu rumah mengalami kerusakan dan jembatan yang menjadi akses penghubung menuju Desa Labuan Kungguma terputus total, menyebabkan warga tidak dapat melintas.

Tim pendataan masih terus bekerja untuk mencatat dampak kerusakan di Desa Wani 2 dan Desa Wani Lumbumpetigo. Beruntung, hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat bencana ini. Warga di desa-desa terdampak telah melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.

Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menyatakan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Donggala telah meninjau lokasi kejadian. PUSDALOPS BPBD Sulawesi Tengah juga turut berkoordinasi untuk mempercepat penanganan di lapangan.

“Kami membutuhkan jembatan darurat dan bantuan logistik secepatnya,” ujar Asbudianto dari Palu, menegaskan urgensi kebutuhan di lokasi bencana.

Hingga Senin (12/1), beberapa titik di desa-desa tersebut masih terendam banjir. Akses dari Desa Wani 3 menuju Desa Labuan Kungguma juga masih belum bisa dilewati, menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan.