BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi 16 wilayah di Jawa Tengah pada Rabu, 29 April 2026. Selain ancaman hujan lebat, masyarakat di pesisir selatan juga diminta waspada terhadap peningkatan gelombang laut yang diperkirakan mencapai 4 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, menjelaskan bahwa kondisi cuaca pada pagi hari umumnya didominasi cerah berawan hingga berawan. Namun, perubahan signifikan diprediksi terjadi memasuki siang hingga awal malam hari.
“Hujan ringan hingga sedang berpeluang mengguyur secara merata dengan waktu dan durasi bervariasi. Namun, cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di 16 daerah,” ujar Agus Triyono, Rabu (29/4).
Daftar 16 Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrem
Berdasarkan data BMKG, wilayah yang masuk dalam zona waspada cuaca ekstrem meliputi kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian selatan, serta Solo Raya. Berikut rincian daerahnya:
- Cilacap
- Banyumas
- Purbalingga
- Banjarnegara
- Kebumen
- Purworejo
- Wonosobo
- Klaten
- Sukoharjo
- Wonogiri
- Karanganyar
- Temanggung
- Kajen
- Brebes
- Majenang
- Ambarawa
Agus menambahkan, masyarakat perlu mewaspadai dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul, seperti tanah longsor, banjir, hingga angin puting beliung. Untuk daerah lain di Jawa Tengah, cuaca diprediksi hujan ringan-sedang dengan suhu udara berkisar 18-34 derajat celsius dan kelembapan 55-95 persen.
Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Selatan
Kondisi berbeda dilaporkan dari wilayah perairan. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Wahyu Sri Mulyani, menyebutkan bahwa fenomena air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah kini mulai mereda dengan ketinggian maksimum 80 sentimeter.
Meski demikian, ancaman serius justru muncul di perairan selatan Jawa Tengah. Gelombang tinggi diprediksi mencapai 2,5 hingga 4 meter. Peringatan keselamatan pelayaran dikeluarkan, mengingat gelombang setinggi 4 meter sangat berisiko bagi aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan, tongkang, maupun angkutan barang dan orang. Risiko meningkat tajam saat kecepatan angin melebihi 15 knot.
Selain gelombang tinggi, cuaca buruk berupa hujan lebat dan petir juga berpotensi terjadi di wilayah perairan.
“Kami meminta warga dan pelaku aktivitas di laut untuk tetap waspada dan memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala,” tutup Wahyu.
