Dua desa di Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, terendam banjir pada Selasa (24/2/2026) malam. Banjir yang dipicu hujan deras dan luapan sungai ini merendam sedikitnya empat unit rumah warga, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan, banjir melanda pemukiman masyarakat di Desa Korololama dan Desa Korololaki. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.30 WITA setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu yang cukup lama. Laporan resmi diterima petugas terkait pada pukul 22.43 WITA.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto menyatakan, “Tim telah turun melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan Pusdalops BPBD Kabupaten Morowali Utara untuk langkah penanganan lebih lanjut.”

Berdasarkan informasi dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sulteng, luapan sungai di Desa Korololama mengakibatkan air masuk ke pemukiman warga dan menggenangi sejumlah rumah, termasuk area yang sedang dalam proses pembangunan perumahan. Di Desa Korololama, tercatat dua kepala keluarga terdampak dengan dua unit rumah terendam. Sementara di Desa Korololaki, satu kepala keluarga terdampak dengan dua unit rumah yang juga terendam banjir. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.

Asbudianto menambahkan, kebutuhan mendesak masih dalam tahap pendataan. Hingga laporan terakhir, kondisi air di dua desa tersebut telah surut dan situasi dinyatakan terkendali. Meskipun demikian, warga diminta tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

Kecamatan Petasia Langganan Banjir

Kecamatan Petasia, Morowali Utara, termasuk kawasan yang beberapa kali mengalami banjir dalam enam bulan terakhir. Data BPBD setempat mencatat, sejak September 2025 hingga Februari 2026, sedikitnya tiga kejadian banjir tercatat terjadi di Kecamatan Petasia, termasuk di Desa Korololama dan sekitarnya.

Pada akhir Oktober 2025, banjir juga sempat merendam sejumlah rumah warga di Desa Korololama akibat hujan deras yang menyebabkan sungai meluap. Saat itu, beberapa kepala keluarga terdampak dan sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih aman.

Kejadian serupa kembali terjadi pada Desember 2025, ketika intensitas hujan tinggi selama beberapa hari memicu genangan air di beberapa titik pemukiman Kecamatan Petasia. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian materiil dan mengganggu aktivitas warga.

Pada awal Februari 2026, banjir kembali dilaporkan terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Petasia, termasuk wilayah yang berada di bantaran sungai. Pola kejadian yang berulang ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki kerentanan terhadap curah hujan tinggi, terutama di kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai dan area dataran rendah.

Menurut keterangan BPBD, faktor utama pemicu banjir dalam beberapa kejadian terakhir adalah tingginya intensitas hujan dalam waktu relatif singkat yang menyebabkan kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air. Selain itu, adanya pembangunan pemukiman di sekitar daerah aliran sungai turut memperparah kondisi.