PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menghadirkan program apresiasi khusus bagi pelanggan layanan e-Porter selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Melalui inisiatif ini, pengguna e-Porter berkesempatan mendapatkan merchandise eksklusif sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan digital perusahaan.

Program pembagian merchandise ini berlangsung mulai 19 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Direktur Utama KAI Wisata, Hendy Helmy, pada Sabtu (20/12) menegaskan, di tengah tingginya volume penumpang Nataru, layanan yang fungsional dan memiliki nilai tambah menjadi prioritas utama.

“Kami ingin memastikan penumpang mendapatkan layanan yang tidak hanya membantu mobilitas barang bawaan mereka, tetapi juga memberikan kesan perjalanan yang lebih nyaman dan berkesan,” ujar Hendy Helmy.

Pembagian merchandise dilakukan setiap hari antara pukul 10.00 hingga 18.00 WIB di sejumlah stasiun besar. Syarat dan ketentuan yang berlaku adalah pelanggan harus melakukan dua kali pemesanan e-Porter serta membagikan pengalamannya menggunakan layanan tersebut di media sosial dengan menandai akun resmi @kai.wisata atau @kai121. Petugas e-Porter akan bersiaga di lapangan untuk mendampingi penumpang, memverifikasi transaksi digital, dan menyerahkan hadiah secara langsung.

Program ini secara spesifik menyasar stasiun-stasiun padat penumpang seperti Stasiun Malang, Yogyakarta Tugu, Purwokerto, dan Surabaya. Guna menjamin kelancaran arus penumpang dan barang selama Nataru, KAI Wisata telah menyiagakan total 1.253 personel porter yang tersebar di 14 stasiun utama, termasuk Gambir, Pasar Senen, Bandung, Semarang Tawang, hingga Solo Balapan.

VP Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, turut mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke aplikasi e-PORTER yang tersedia di App Store, Play Store, atau melalui integrasi di aplikasi Access by KAI. “Sistem digital memberikan kepastian harga bagi penumpang, kemudahan pemesanan, serta penanganan barang secara profesional. Ini adalah upaya kami memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan digital KAI Wisata,” jelas Otnial.

Dengan beralih ke layanan digital, penumpang tidak perlu lagi khawatir soal tawar-menawar harga di stasiun, karena seluruh tarif sudah terstandarisasi dan transparan dalam sistem aplikasi.