Analis komunikasi politik Hendri Satrio mendesak pemerintah untuk konsisten menyelenggarakan program-program yang menyasar rakyat kecil dan kelas menengah, seperti Bazar Rakyat. Hal ini disampaikan menyusul penyelenggaraan Bazar Rakyat di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (28/3/2026), yang dihadiri oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Menurut Hendri, program semacam ini krusial untuk meringankan beban ekonomi masyarakat secara bertahap. “Tekanan ekonomi masyarakat bisa berkurang secara bertahap. Diharapkan beban masyarakat itu berkurang sehingga mereka bisa lebih menjalani hidup dengan bahagia,” ujar Hensa, sapaan akrabnya, dalam keterangan di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Hensa juga menanggapi pernyataan Seskab Teddy Indra Wijaya terkait anggaran Bazar Rakyat yang menegaskan “pokoknya ada”. Ia menilai prinsip tersebut seharusnya diterapkan lebih luas pada berbagai program pemerintah yang ditujukan untuk rakyat kecil. “Bagus kalau buat rakyat kecil yang penting anggarannya ada. Seharusnya pemerintah sering-sering bikin acara ini, yang melibatkan orang kecil,” tuturnya.
Meski mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menyediakan anggaran, Hensa memberikan catatan penting. Ia menekankan bahwa ketersediaan dana saja tidaklah cukup tanpa alokasi yang tepat. “Apresiasi bila program kegiatan selalu ada anggarannya, tetapi akan sangat baik bila penempatan alokasi anggaran juga jelas dan tepat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hensa mendorong pemerintah untuk tidak hanya memberikan bantuan yang bersifat konsumtif, melainkan juga memprioritaskan kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara struktural. “Perumpaannya seperti ini, bukan cuma ngasih ‘ikan’ doang, tetapi ‘kail’-nya. Perlu juga dibuat program yang mengutamakan UMKM-nya jadi lebih maju,” paparnya.
Semangat “pokoknya anggarannya ada” ini, lanjut Hensa, perlu diperluas dan dijaga konsistensinya pada sejumlah program prioritas pemerintah lainnya. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG), dukungan UMKM, hingga Sekolah Rakyat. “Dari MBG, ‘pokoknya anggarannya ada’. UMKM, ‘pokoknya anggarannya ada’. Sekolah Rakyat, ‘pokoknya anggarannya ada’. Pokoknya, kalau buat rakyat, anggarannya ada,” tegas Hensa.
Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki keinginan agar sebanyak mungkin warga dapat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah dalam suasana kebersamaan. Hal ini diwujudkan melalui bazar dan hiburan rakyat yang digelar di kawasan Monas tersebut.
Teddy menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan kebahagiaan Lebaran bagi masyarakat luas, khususnya warga Jakarta yang tidak mudik maupun yang telah kembali dari kampung halaman, terutama para keluarga penerima manfaat. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyiapkan 100.000 kupon belanja sembako dan barang gratis senilai Rp500.000 per kupon, serta 300.000 porsi makanan gratis. Sekitar 800 pedagang UMKM kaki lima turut dilibatkan dalam penyajian makanan tersebut.
