Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Penyanyi senior Hedi Yunus, yang dikenal sebagai salah satu vokalis grup Kahitna, sempat dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Siloam Surabaya pada Kamis pekan lalu. Insiden ini terjadi secara tiba-tiba, hanya tiga jam sebelum jadwal penampilannya di kota tersebut.

Hedi Yunus terpaksa membatalkan jadwal panggungnya akibat kondisi kesehatan yang menurun drastis. Melalui sebuah unggahan video singkat, ia menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada pihak penyelenggara acara serta para penggemar yang telah menantikan penampilannya. Ia menceritakan bahwa serangan vertigo yang sangat hebat melanda dirinya secara mendadak.

Detik-detik Serangan Vertigo dan Tensi Melonjak

“Tiba-tiba vertigo datang, vertigo yang sangat dahsyat. Saya kaget, ada panic attack juga,” ungkap Hedi Yunus dalam klarifikasinya mengenai kejadian yang menimpanya.

Kejadian bermula setelah Hedi melakukan proses check-in di hotel pada tengah hari. Saat sedang berbincang santai, penyanyi berusia 56 tahun itu tiba-tiba merasakan sensasi berputar yang sangat kencang di kepalanya. Kondisinya memburuk hingga ia hanya bisa bersandar lemas ke tembok, bersimbah keringat dingin.

Melihat kondisi Hedi yang mengkhawatirkan, tim manajemen segera membawanya ke kamar hotel untuk beristirahat. Namun, alih-alih membaik, kondisinya justru semakin memburuk. Hedi mengalami muntah hebat yang berlangsung selama satu jam nonstop, hingga cairan lambungnya terkuras habis.

Khawatir akan kondisi tersebut, pihak manajemen tanpa menunda langsung melarikan Hedi ke UGD RS Siloam Surabaya. Setibanya di rumah sakit, ia segera menjalani pemeriksaan menyeluruh, termasuk USG, CT Scan, hingga MRI di bagian kepala untuk mencari tahu penyebab pasti dari serangan vertigo dahsyat yang dialaminya.

Selain serangan vertigo, tim medis juga menemukan fakta mengejutkan lainnya. Tekanan darah Hedi melonjak drastis hingga menyentuh angka 200/120. “Tensi saya tinggi terus. Memang saya punya genetik keturunan tekanan darah tinggi,” jelas Hedi, mengaitkan kondisi tersebut dengan riwayat kesehatan keluarganya.

Pemulihan dan Target Berlin Marathon

Hedi menduga gangguan kesehatan ini merupakan puncak dari kelelahan fisik yang terakumulasi selama menjalani jadwal pekerjaan yang sangat padat. Beruntung, setelah satu malam dirawat di ruang ICU, tekanan darahnya mulai stabil dan kondisinya berangsur membaik.

Saat ini, Hedi Yunus sudah kembali ke Jakarta dan sedang menjalani masa pemulihan di bawah pengawasan dokter spesialis. Ia juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan jantung lanjutan di RS Jantung Harapan Kita untuk memastikan seluruh organ tubuhnya berfungsi normal kembali.

Meskipun masih harus beristirahat total, Hedi tetap optimis bisa segera kembali menyapa penggemar di atas panggung. Ia berharap bisa pulih maksimal demi mewujudkan targetnya untuk mengikuti ajang Berlin Marathon pada September 2025 mendatang.