Di bawah pendar lampu panggung peragaan busana yang dramatis, Batik Danar Hadi kembali menegaskan posisinya sebagai penjaga sekaligus inovator tradisi. Melalui koleksi terbarunya, ‘Sekar Setaman’, rumah batik asal Solo ini berhasil menyulap panggung mode di Bandung menjadi sebuah taman firdaus yang kaya akan narasi filosofis.
Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santoso, menjelaskan bahwa ‘Sekar Setaman’ bukan sekadar peragaan busana biasa. “Sekar Setaman adalah sebuah metafora visual tentang harmoni,” ujar Diana di Bandung, Jumat (28/2/2026). Ia menambahkan, koleksi ini dirancang untuk merayakan keberagaman karakter perempuan Indonesia, layaknya taman yang bersolek dengan aneka rupa kuncup, dibalut dalam kelembutan serat kain premium.
Menurut Diana, empat persona bunga nusantara diterjemahkan secara apik ke dalam lembaran kain koleksi ini. Bunga Seruni atau Krisan dimaknai sebagai manifestasi optimisme yang tangguh, sementara Anggrek Bulan merepresentasikan elegansi abadi. Kenanga hadir sebagai simbol luhurnya budi pekerti, dan Mawar melambangkan sisi klasik, romantis, serta intensitas cinta.
Diana menegaskan, “Kami memadukan akar tradisi yang dalam dengan ekspresi mode kontemporer. Ini adalah penghormatan bagi setiap perempuan yang mengenakan batik dengan bangga.”
Tunjukkan Kemahiran dalam Setiap Helai
Koleksi ‘Sekar Setaman’ juga menjadi ajang bagi Danar Hadi untuk memamerkan kemahiran craftsmanship yang impresif. Berbagai teknik batik, mulai dari cap, tulis, hingga tulkom (tulis kombinasi), diaplikasikan secara cermat. Material mewah seperti silk crepe, Thai silk, organza, dan tekstur organik dari tenun ATBM menjadi kanvas bagi kreasi tersebut.
Palet warna yang dihadirkan bergerak dinamis, dari deretan bold colors yang menarik perhatian hingga rona pastel yang lembut, menciptakan gradasi emosi yang apik di sepanjang peragaan.
Enam Babak Narasi Mode yang Mengalir
Narasi mode ‘Sekar Setaman’ terbagi menjadi enam babak yang mengalir layaknya sebuah puisi visual:
- The Heritage Revival: Menghadirkan reimajinasi kebaya modern dengan aksentuasi manik-manik (beads) dan aplikasi bunga, dipadukan dengan selendang tenun yang distingtif.
- The Modern Classic: Menampilkan potongan (clean-cut) yang presisi, dirancang khusus untuk perempuan profesional yang mengapresiasi motif pakem.
- Floral Rhythms: Mengeksplorasi motif Widodaren dan Anglung Rambar dalam siluet yang lebih cair dan feminin.
- Seruni Synthesis: Menampilkan dialog antara motif bunga Seruni dengan elemen grafis modern.
- Earthly Elegance (Bunga Tanahan): Berupa long tunics dan outerwear dari sutra crepe yang dipermanis dengan detail beading halus.
- The Pastel Dream: Menjadi penutup yang ethereal melalui jajaran dress dan abaya berbahan renda serta lace dalam nuansa romantis.
Diana Santoso menyimpulkan, “Jadi Sekar Setaman bukan hanya tentang estetika visual, tapi tentang bagaimana Batik Danar Hadi berhasil menjaga jiwa zaman batik tetap relevan di tahun 2026. Koleksi ini adalah surat cinta untuk alam nusantara, sekaligus bukti bahwa di tangan yang tepat, warisan budaya bisa tampil sangat high-fashion.”
