Suasana haru dan kehangatan menyelimuti Griya Palang Merah Indonesia (PMI) Solo pada Senin, 22 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. Puluhan keluarga berkumpul untuk melepas rindu dengan anggota keluarga mereka, baik lansia maupun Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), yang sedang menjalani perawatan di fasilitas kemanusiaan yang berlokasi di Solo bagian utara tersebut.
Air mata kebahagiaan bercampur dengan senyum haru terlihat jelas di wajah para pengunjung dan warga Griya PMI. Momen spesial ini tidak hanya menjadi ajang reuni keluarga, tetapi juga dimanfaatkan oleh manajemen Griya PMI Solo untuk mensosialisasikan kebijakan terbaru mereka, yakni program “Terminasi Layanan”, yang bertepatan dengan perayaan Hari Ibu 2025.
Kepala Seksi Griya PMI Solo, Enny Wulandari, menjelaskan pentingnya pemahaman keluarga terhadap prosedur pemulangan. “Kami ingin keluarga memahami prosedur pemulangan layanan, agar warga bisa kembali ke tengah masyarakat dengan lebih mandiri bersamaan perayaan Hari Ibu,” ujar Enny.
Senada, Kepala Markas PMI Solo, Riki Mirzam, turut menekankan bahwa dukungan keluarga merupakan kunci utama dalam proses pemulihan. “Kami percaya, tempat terbaik untuk sembuh adalah di tengah keluarga. Dan Griya PMI, dengan tagline memanusiakan manusia yang tidak termanusiakan, akan terus berjuang memberikan harapan bagi yang terlantar,” ungkap Riki, menegaskan komitmen Griya PMI Solo.
Melalui perayaan Hari Ibu 2025 ini, Griya PMI Solo berharap dapat menjadi titik awal kebahagiaan baru bagi para ODGJ dan lansia yang menjadi warga mereka, serta bagi keluarga yang mendampingi. Pantauan di lokasi menunjukkan, warga ODGJ di Griya PMI saling berangkulan dan bercengkrama penuh rasa haru dan bahagia dengan keluarga mereka.
Tercatat, Griya PMI Solo pada tahun ini telah memberikan pelayanan kemanusiaan kepada sedikitnya 102 warga, yang terdiri dari ODGJ dan lansia.
