Sejumlah peristiwa penting menjadi sorotan publik pada Sabtu (31/1) di Nusa Tenggara Barat dan nasional. Harga emas dari berbagai produk dilaporkan anjlok signifikan, sementara misteri tabung gas berwarna pink di apartemen influencer Lula Lahfah masih dalam penyelidikan kepolisian. Di sisi lain, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama.

Harga Emas UBS dan Galeri24 Turun Drastis

Harga emas produk UBS dan Galeri24 mengalami penurunan tajam pada Sabtu, 31 Januari 2026. Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, kedua produk tersebut kompak merosot hingga Rp89.000 per gram. Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar komoditas global.

Misteri Tabung Gas Pink di Apartemen Lula Lahfah Diselidiki Polisi

Kepolisian masih terus mendalami asal-usul tabung gas berwarna pink atau whip pink yang ditemukan di apartemen pemengaruh Lula Lahfah. Tabung gas tersebut ditemukan pada Jumat, 23 Januari 2026. Hingga kini, pihak berwenang belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan terkait temuan misterius ini.

Prabowo Subianto Absen di Peringatan Harlah ke-100 NU

Presiden Prabowo Subianto berhalangan hadir dalam peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (31/1). Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menjelaskan bahwa selain Prabowo, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Syaifulah Yusuf juga tidak dapat menghadiri acara tersebut.

Harga Emas Antam Anjlok Rp260.000 per Gram

Selain produk UBS dan Galeri24, harga emas Antam juga mengalami penurunan signifikan. Pada Sabtu, 31 Januari 2026, harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia anjlok sebesar Rp260.000. Harga terbaru tercatat Rp2.860.000 per gram, dari sebelumnya Rp3.120.000 per gram.

Gus Yahya: 100 Tahun NU Momentum Kawal Indonesia Menuju Peradaban Mulia

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa peringatan 100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama menjadi momentum penting. Menurutnya, ini adalah saat untuk meneguhkan kembali komitmen NU dalam mengawal Indonesia menuju peradaban yang lebih mulia.