Harga emas global melonjak signifikan sebesar 2 persen pada Senin, 2 Maret 2026, menyusul laporan mengenai serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Kenaikan harga komoditas logam mulia ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Para investor secara tradisional memandang emas sebagai aset lindung nilai atau “safe haven” di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik. Ketika konflik atau ketidakstabilan meningkat, permintaan terhadap emas cenderung melonjak karena investor berusaha melindungi nilai aset mereka dari fluktuasi pasar yang lebih berisiko.

Serangan yang dilaporkan ini, meskipun detailnya masih terbatas, telah memicu spekulasi mengenai potensi respons dari Iran dan dampaknya terhadap stabilitas regional. Analis pasar memperkirakan bahwa harga emas akan tetap volatil dan mungkin terus mengalami kenaikan selama ketegangan di Timur Tengah belum mereda.

Kenaikan 2 persen ini menempatkan harga emas pada level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir, menunjukkan respons cepat pasar terhadap perkembangan geopolitik yang sensitif. Situasi ini juga berpotensi mempengaruhi harga komoditas lain, termasuk minyak, mengingat posisi strategis Iran di jalur pelayaran global.

sumber gambar: gesit.id