Suasana Ramadan pada Rabu, 11 Maret 2026, di Surabaya diwarnai kehangatan dan tawa riang anak-anak. Puluhan alumni Magister Manajemen Universitas Ciputra (MM UC) Surabaya menggelar acara buka puasa bersama 50 anak yatim piatu, menciptakan momen kebersamaan yang penuh makna.
Kegiatan sosial yang digagas oleh Ikatan Alumni Magister Manajemen Universitas Ciputra (IKA MM UC Surabaya) ini bukan sekadar ajang makan bersama. Menjelang azan magrib, anak-anak tidak hanya menikmati hidangan berbuka, tetapi juga pulang dengan membawa perlengkapan sekolah baru, mulai dari tas hingga alat tulis. Hadiah sederhana ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri mereka dalam menjalani aktivitas belajar.
Program buka puasa bersama anak yatim ini telah menjadi agenda rutin tahunan IKA MM UC Surabaya setiap bulan Ramadan. Tahun ini, interaksi antara para alumni dan anak-anak dibuat lebih akrab melalui berbagai kegiatan hiburan. Sesi story telling menggunakan boneka, permainan interaktif, hingga makan bersama dalam satu ruangan yang dipenuhi gelak tawa menjadi bagian dari kemeriahan acara.
Ketua IKA MM UC, Malik Atmadja, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan kuat para alumni untuk senantiasa dekat dengan masyarakat. “Alumni MM UC ingin hadir bukan hanya lewat pencapaian profesional, tetapi juga lewat aksi nyata yang bisa dirasakan masyarakat. Kami berharap kebahagiaan sederhana ini bisa memberi semangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan,” ujar Malik.
Malik menambahkan, momen Ramadan juga menjadi ruang refleksi bagi para alumni untuk kembali mengingat arti keberhasilan yang sesungguhnya. “Keberhasilan akan terasa lebih bermakna ketika bisa dibagikan kepada mereka yang membutuhkan,” katanya.
Bagi komunitas alumni MM Universitas Ciputra, kegiatan ini bukan hanya sekadar acara seremonial tahunan. Mereka secara aktif mendorong lahirnya lebih banyak program sosial yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat luas.
Sore itu, sebelum waktu berbuka tiba, anak-anak duduk melingkar bersama para alumni. Obrolan ringan, permainan, dan cerita-cerita yang dibagikan berhasil menghilangkan jarak usia. Senyum yang terpancar dari wajah mereka menjadi pengingat sederhana bahwa kebaikan kecil sekalipun dapat memberikan arti besar bagi orang lain.
