Jutaan jemaah calon haji dari seluruh penjuru dunia kini telah tiba di Arab Saudi dan terkonsentrasi di Tanah Suci Mekah. Para zuyufurrahman atau tamu Allah dari berbagai suku bangsa dan latar belakang berbaur tanpa membedakan kasta, dengan satu tujuan utama: mengikuti napak tilas para rasul dan menantikan puncak ibadah haji.
Puncak ibadah haji yang dinanti adalah pelaksanaan Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, dan bermalam di Mina, yang dikenal dengan sebutan Armuzna. Menghadapi Hari Arafah yang jatuh pada 9 Zulhijjah atau Selasa, 26 Mei 2026, sebanyak 5.502 jemaah embarkasi Aceh (BTJ) menyatakan kesiapan mereka untuk menunaikan puncak haji di Armuzna.
Persiapan jemaah calon haji asal Aceh ini terus diintensifkan melalui bimbingan ibadah yang dilakukan oleh petugas. Baik dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) maupun petugas yang dikirim langsung oleh pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah, bimbingan ini juga mencakup perlindungan kesehatan serta antisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
H Abdullah AR, Pembimbing Ibadah Haji dari KBIHU Ibnu Mas’ud Provinsi Aceh, menegaskan bahwa bimbingan persiapan puncak haji dilakukan secara masif dan terstruktur. “Bimbingan persiapan puncak haji terus menerus dilakukan. Baik oleh KIHU maupun pemerintah dilakukan secara masif dan terstruktur. Itu di masjid, mushalla dan aula aula tempat dimana jamaah terkinsentrasi,” ujar H Abdullah AR kepada Media Indonesia, Kamis (22/5).
Lebih lanjut, H Abdullah AR menjelaskan bahwa para pembimbing KBIHU Aceh juga rutin mengadakan rapat koordinasi. Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan strategi guna memastikan jemaah dapat menunaikan ibadah haji secara mabrur dan makbul.
Secara nasional, jumlah jemaah haji Indonesia pada tahun 2026 mencapai 221.000 orang. Angka ini terdiri dari 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara dengan jumlah jemaah calon haji terbanyak di dunia pada tahun ini.
Setelah Indonesia, negara-negara dengan kuota jemaah haji terbesar lainnya adalah Pakistan dengan 179.210 jemaah, India dengan 175.000 jemaah, Bangladesh dengan 127.000 jemaah, dan Iran di posisi kelima dengan 87.750 jemaah. Perolehan kuota jemaah haji ini sesuai dengan penetapan Arab Saudi, yakni sebesar 1.000 jemaah per 1 juta penduduk Muslim.
