Gufram Ahmad resmi terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah untuk periode 2026-2031. Kemenangan ini diraihnya setelah mengungguli dua kandidat lain dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Sulteng ke-VIII yang berlangsung di Palu pada Rabu (20/5/2026).
Dalam proses pemungutan suara, Gufran Ahmad berhasil mengumpulkan 30 suara dari total 60 voter yang menggunakan hak pilihnya. Ia mengalahkan pesaingnya, Endi Hermawan, yang meraih 27 suara, serta petahana Muh Nur Dg Rahmatu yang hanya memperoleh 3 suara.
Usai terpilih, Gufran Ahmad menyampaikan komitmennya untuk memajukan organisasi. “Kami berkomitmen membawa Kadin Sulteng menjadi organisasi yang lebih maju, inklusif dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah, melalui penguatan sektor usaha rakyat,” kata Gufran Ahmad.
Kemenangan ini menandai kepercayaan mayoritas peserta Musprov kepada Gufran untuk menakhodai organisasi pengusaha terbesar di Sulawesi Tengah selama lima tahun ke depan.
Salah satu program prioritas yang akan dikembangkan Gufran adalah gerakan “satu rumah satu pengusaha”. Ia menjelaskan, “Ke depan kami ingin Kadin Sulteng lebih maju dan benar-benar hadir untuk masyarakat. Program satu rumah satu pengusaha menjadi langkah untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan membuka peluang usaha di setiap kalangan rumah tangga.”
Dalam kesempatan tersebut, Gufran juga mengajak seluruh pihak, termasuk para kandidat yang berkompetisi, untuk bersama-sama membangun solidaritas organisasi demi kemajuan dunia usaha di Sulawesi Tengah.
Saat pencalonan, Gufran mengusung misi Kadin Berani dengan lima program prioritas. Program tersebut meliputi revitalisasi rumah besar Kadin, restrukturisasi Kadin, pengembangan sistem informasi bisnis Kadin Sulteng, mediasi sistem investasi, serta kemitraan strategis Kadin dengan pemerintah daerah (pemda).
Gebrakan ini bertujuan untuk meningkatkan dunia usaha di Sulawesi Tengah agar mampu membangun ekosistem investasi yang mandiri, transparan, dan kolaboratif demi menunjang pembangunan ekonomi daerah. “Kadin harus mengambil peran aktif sebagai mediator dalam ekosistem investasi. Kami berkomitmen mengawal agar kehadiran investasi besar di Sulteng dapat bersinergi secara sehat dengan pelaku usaha lokal,” tuturnya.
