Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian pembangunan di Kabupaten Poso. Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyoroti peningkatan signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan di salah satu kabupaten tertua di Sulteng tersebut.
Apresiasi ini disampaikan Gubernur Anwar Hafid saat menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-131 Kabupaten Poso, yang berlangsung di Poso, Sulteng, pada Senin (2/3/2026).
Potensi Besar dan Peningkatan Kualitas Hidup
Anwar Hafid menegaskan bahwa Poso memiliki potensi besar untuk terus berkembang. “Sebagai salah satu kabupaten tertua di Sulteng, Poso memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” kata Gubernur Anwar Hafid dalam keterangan tertulis di Palu, Senin (2/3/2026).
Potensi tersebut meliputi kekayaan alam seperti Danau Poso, yang dikenal sebagai salah satu danau terdalam di Indonesia, serta sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, dan energi. “Ini menjadi modal utama dalam meningkatkan daya saing daerah,” ujarnya.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat Poso. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Poso pada tahun 2025 tercatat meningkat menjadi 74,55 poin, dari sebelumnya 73,65 poin pada tahun 2024. Peningkatan ini mencerminkan membaiknya kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.
Penurunan Angka Kemiskinan dan Stabilitas Pengangguran
Di bidang kesejahteraan sosial, Kabupaten Poso berhasil mencatat penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Angka kemiskinan turun dari 14,23 persen pada tahun 2024 menjadi 12,90 persen pada tahun 2025. Secara jumlah, ini berarti pengurangan dari 39,63 ribu jiwa menjadi 36,49 ribu jiwa.
Penurunan tersebut, menurut Gubernur, merupakan cerminan dari kerja keras berbagai pihak dalam memperluas akses ekonomi dan perlindungan sosial bagi masyarakat. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Poso menunjukkan stabilitas dan cenderung menurun, yakni 1,67 persen pada 2023, sempat meningkat menjadi 1,77 persen pada 2024, lalu kembali turun menjadi 1,76 persen pada 2025.
Tiga Kunci Pelayanan Terbaik
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid juga menegaskan tiga kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat:
- Pertama, menjadikan data sebagai dasar perencanaan pembangunan agar anggaran dapat digunakan secara efektif dan program tepat sasaran.
- Kedua, mengedepankan inovasi di setiap perangkat daerah guna meningkatkan kualitas pelayanan.
- Ketiga, mengutamakan keikhlasan dalam melayani masyarakat sebagai landasan utama pengabdian.
sumber gambar: gesit.id 