Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal mendorong kemandirian masjid melalui optimalisasi pemanfaatan aset tanah wakaf. Hal ini disampaikan Iqbal saat meresmikan pertokoan Masjid Masbagik di Lombok Timur, Minggu (18/01/2026), yang diharapkan menjadi percontohan bagi ribuan masjid lainnya di NTB.
Optimalisasi Aset Wakaf untuk Kemandirian Masjid
Iqbal menjelaskan, model kemandirian Masjid Masbagik diwujudkan dengan membangun deretan pertokoan di atas tanah wakaf. “Seluruh unit toko bahkan telah habis disewa sebelum resmi dibuka, dengan penyewa berasal dari jamaah masjid sendiri,” kata Iqbal.
Menurutnya, hasil sewa dari pertokoan tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk operasional dan program kesejahteraan masjid. Ia menekankan pentingnya kemandirian finansial bagi rumah ibadah. “Masjid harus mandiri. Masbagik kini memberi contoh nyata melalui pemanfaatan aset wakaf,” tegasnya.
Iqbal menambahkan, realisasi pertokoan Masjid Raya Masbagik merupakan wujud dari cita-cita pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang telah disampaikan sekitar dua tahun lalu. “Ini adalah cita-cita lama. Mereka ingin masjid ini mandiri agar syiar Islam bisa dijalankan dengan lebih leluasa,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Kolaborasi Masyarakat
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur M Juaini Taofik turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi masyarakat Masbagik dalam menyukseskan “Gawe Sosial Masbagik” yang dirangkaikan dengan peluncuran pertokoan masjid.
Dengan jumlah masjid di Lombok Timur yang mencapai hampir 1.400 unit, Juaini Taofik menilai kemandirian finansial menjadi kunci keberlanjutan dakwah. “Masbagik cepat bergerak dan cepat menangkap peluang. Ini contoh kolaborasi yang patut diapresiasi,” kata dia.
Peluncuran pertokoan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan “Gawe Sosial Masbagik”. Acara ini dimeriahkan dengan jalan sehat yang diikuti puluhan ribu peserta, layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, bazar UMKM, serta hiburan masyarakat melalui pertunjukan musik.
