Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penguatan ekonomi desa. Hal ini diwujudkan melalui pengembangan koperasi dan ekosistem bisnis berbasis masyarakat, yang disampaikannya saat memberikan arahan kepada pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota, Kota Bima, pada Senin (2/3/2026).
Dukungan Pemerintah untuk Koperasi
Gubernur Iqbal menekankan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan dalam pengembangan teknologi dan penyusunan rencana bisnis agar koperasi serta unit usaha desa dapat beroperasi optimal. Pendampingan juga akan difasilitasi untuk akses permodalan melalui perbankan. “Kita akan bantu susun rencana bisnisnya, supaya bisa mengakses pinjaman perbankan. Yang paling penting koperasi ini punya bisnis, bukan sekadar punya gerai,” tegasnya.
Ia menyoroti panjangnya rantai distribusi hasil pertanian yang selama ini membuat petani tidak menikmati keuntungan maksimal. Hasil panen kerap berpindah tangan melalui berbagai perantara sebelum sampai ke pasar, berujung pada rendahnya nilai tukar petani.
Memangkas Rantai Distribusi dan Tingkatkan Nilai Tukar Petani
Konsep koperasi yang digagas pemerintah bertujuan memangkas rantai distribusi tersebut. Melalui koperasi, petani dapat menjual langsung hasil produksi ke pasar atau pembeli akhir, sehingga memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga. “Kalau koperasi kuat dan terkonsolidasi, mereka bisa ikut menentukan harga. Ini yang akan meningkatkan nilai tukar petani dan menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur Iqbal juga mendorong pengembangan usaha produktif di desa, seperti peternakan ayam petelur skala rumah tangga dan budidaya hortikultura menggunakan sistem rumah kaca (greenhouse). Model usaha ini dinilai realistis untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Ia mencontohkan, pengelolaan kandang ayam secara kolektif dapat menghasilkan ribuan butir telur per minggu yang dipasarkan melalui koperasi. Demikian pula dengan budidaya cabai dan sayuran konsumsi harian yang memiliki permintaan tinggi. “Saat ini, sebagian besar kebutuhan pangan NTB masih dipasok dari luar daerah. Karena itu, penguatan ekosistem produksi lokal menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga,” kata Gubernur Iqbal.
Bantuan Konkret dan Komitmen Kesejahteraan Rakyat
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal secara simbolis menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan konkret pemerintah untuk mempercepat operasional dan pengembangan bisnis koperasi di desa.
Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa bukan sekadar urusan politik, melainkan kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kalau urusan politik, kita bicarakan pada tempatnya. Tapi urusan ekonomi rakyat, ini yang harus kita kerjakan bersama,” tutupnya.
sumber gambar: kicknews.today 