Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya untuk menjadikan wilayah itu sebagai destinasi investasi yang ramah dan bersahabat. Ia menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang selaras dengan kebutuhan kalangan bisnis.

Pernyataan tersebut disampaikan Iqbal dalam kegiatan buka puasa bersama pemangku kepentingan ekonomi dan pelaku bisnis di Pendopo Gubernur NTB pada Selasa, 17 Maret 2026.

Mendorong Iklim Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

“Kami ingin menjadi pemerintah yang diurus bergaya pada tata kelola perusahaan yang baik agar selaras dengan kalangan bisnis,” ujar Iqbal.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, lanjut Iqbal, siap berperan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mengakui bahwa pada awal tahun 2025, banyak rencana pembangunan yang belum sepenuhnya sesuai dengan rencana bisnis yang ada.

Untuk itu, Pemprov NTB menyatakan kesiapannya untuk proaktif memberikan dukungan. “Jika kebutuhan-nya revisi rencana pembangunan maka kita akan proaktif memberikan dukungan pada investasi,” tegasnya.

Gubernur Iqbal juga mengharapkan masukan dari para pelaku bisnis terkait kondisi perekonomian NTB dan upaya peningkatannya. Ia kemudian menyoroti dinamika target pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebelum direvisi, tolok ukur Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan visi misi Makmur Mendunia mengacu pada pertumbuhan 5,3 persen pada September 2024. Pemprov NTB kemudian menetapkan target pertumbuhan 0,7 persen yang dinaikkan menjadi 6 persen di tahun 2025.

Namun, Iqbal mengungkapkan adanya kendala di awal pemerintahannya. “Sayangnya “crash” yang terjadi di awal pemerintahan Iqbal Dinda disebabkan karena “take off” dari angka pertumbuhan minus 1,47 persen bukan 5,3 persen sesuai acuan. Namun demikian berakhir dengan angka pertumbuhan 3,22 persen di tahun itu,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa target pertumbuhan 6 persen gagal dicapai. Kendati demikian, dari perspektif kenaikan, pertumbuhan ekonomi NTB berhasil melonjak signifikan dari 0,70 persen menjadi 4,69 persen dalam kurun waktu satu tahun.

“Mudah mudahan momentum kenaikan ini bisa sama sama kita jaga di tahun ini dengan target di atas 6 persen dengan tantangan faktor ekonomi global, nasional dan daerah,” pungkas Gubernur Iqbal, berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan.