BATAM, KILATNEWS.co – Sejumlah titik pesisir di Kota Batam dilaporkan tergenang air laut pada Selasa (3/3/2026). Genangan ini dipicu oleh peningkatan pasang maksimum yang bertepatan dengan fase bulan purnama di awal Maret 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air laut terlihat di beberapa kawasan permukiman dataran rendah dan akses jalan di tepi pantai. Ketinggian air bervariasi, mencapai bagian tepi jalan dan halaman rumah warga. Sejumlah warga tampak mulai mengantisipasi dengan meninggikan perabot rumah tangga dan barang elektronik guna menghindari kerusakan. Meski demikian, aktivitas masyarakat pesisir masih berlangsung normal, dan kegiatan di pelabuhan rakyat tetap berjalan seperti biasa.

BMKG Ingatkan Potensi Genangan Berlanjut

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Bandara Hang Nadim mengingatkan bahwa potensi pasang maksimum masih dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Peringatan ini disampaikan untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut di wilayah pesisir Kepulauan Riau.

“Peningkatan muka air laut ini berkaitan dengan fase bulan purnama. Masyarakat pesisir, terutama yang berada di wilayah rendah, diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan genangan yang bisa terjadi kembali,” ujar prakirawan BMKG Hang Nadim, Selasa (3/3/2026).

BMKG menjelaskan, dampak genangan berpotensi meluas apabila pasang tinggi bertepatan dengan hujan intensitas sedang hingga lebat atau angin kencang. Kombinasi faktor tersebut dapat memperlambat proses surut air laut dan memperbesar area terdampak.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi terkait prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Selain itu, penting juga untuk memastikan saluran drainase di lingkungan masing-masing berfungsi baik guna meminimalkan dampak rob. Pemerintah setempat juga diminta untuk aktif menyosialisasikan potensi pasang maksimum kepada warga pesisir agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih dini.

sumber gambar: mediaindonesia.com