Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah memimpin upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Halaman Kantor Gubernur Sumbar pada Jumat (19/12) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi menyerukan pentingnya persatuan dan kesiapsiagaan seluruh elemen bangsa di tengah berbagai tantangan global dan hantaman bencana alam.

Mahyeldi Ansharullah bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Peringatan Hari Bela Negara ke-77 tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, sebagai pengingat bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui persatuan, kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam amanatnya, Mahyeldi menegaskan bahwa dunia saat ini dihadapkan pada berbagai ketidakpastian, mulai dari rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi. Ia menekankan bahwa ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional.

“Ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional. Kita menghadapi perang siber, radikalisme, hingga bencana alam yang semakin sering terjadi. Karena itu, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh rakyat,” ujar Mahyeldi.

Lebih lanjut, Mahyeldi juga menyinggung bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai ujian kebersamaan dan solidaritas bangsa. Ia mengingatkan peran sejarah ketiga daerah tersebut dalam perjalanan Republik Indonesia.

“Ketiga daerah ini memiliki peran sejarah yang luar biasa dalam perjalanan Republik. Kita dipanggil untuk hadir dan membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” himbaunya.

Mahyeldi menegaskan, tanpa perjuangan rakyat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejarah bela negara Indonesia tidak akan lengkap. Persatuan, menurutnya, adalah kekuatan terbesar bangsa sejak awal kemerdekaan.

Momentum Hari Bela Negara, tukuk Mahyeldi, harus dimaknai sebagai panggilan untuk mewujudkan cinta tanah air melalui tindakan nyata. Hal ini dapat diwujudkan seperti saling membantu saat bencana, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing.

“Mari kita bersama-sama meneguhkan tekad untuk Indonesia yang kuat, Indonesia yang maju, dan Indonesia yang selalu mampu bangkit menghadapi setiap tantangan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Mahyeldi juga mendoakan daerah-daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi agar diberi ketabahan dan kekuatan oleh Allah SWT.