Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merotasi tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Minggu, 1 Februari 2026. Rotasi ini menjadi yang pertama kalinya menggunakan metode Talent DNA untuk memperkuat sistem merit.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor: 800.1.3.3/362/204/2026 tanggal 29 Januari 2026, tujuh pejabat yang dirotasi adalah:

  • M. Yasin sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
  • Nurkholis sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
  • Dydik Rudy Prasetya sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi.
  • Imam Hidayat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi.
  • Sufi Agustini sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur.
  • Tri Wahyu Liswati sebagai Kepala Bakorwil Bojonegoro.
  • Agung Subagyo sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menekankan pentingnya pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Pelayanan terbaik menjadi kunci terwujudnya kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Khofifah.

Ia menjelaskan bahwa rotasi kali ini merupakan terobosan baru dengan pemanfaatan Talent DNA. “Ini pertama kali kita gunakan mapping Talent DNA yang kemudian dikuatkan dengan uji kompetensi oleh tim pansel. Sehingga kita harap pejabat yang dilantik bisa maksimal menjalankan tugas,” tegasnya. Pemanfaatan Talent DNA ini, lanjut Khofifah, melengkapi sistem merit yang telah diberlakukan di Pemprov Jatim.

Khofifah juga menginstruksikan para pejabat yang dirotasi untuk mengoptimalkan program-program pokok di Jawa Timur, meliputi pelayanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ia meminta seluruh jajaran Perangkat Daerah untuk melaksanakan program dengan penuh kehati-hatian, baik program pokok maupun penunjang. “Proses ke hati-hatiannya harus sama dilaksanakan antara program pokok dan program penunjang terutama dalam melaksanakan dan menjalankan berbagai program yang berdampak kepada masyarakat Jatim,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya menyelaraskan program-program di Jawa Timur dengan berbagai program atau proyek strategis nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyoroti capaian Jawa Timur dalam realisasi penerimaan kas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Tahun Anggaran 2025. “Jawa Timur mencatatkan surplus sebesar 5,97%, melampaui capaian DI Yogyakarta 3,65% dan DKI Jakarta 2,79%,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi agar mampu memetakan potensi untuk pembangunan ekonomi yang selaras dengan nasional. Tugas lainnya adalah menjaga Jawa Timur sebagai Lumbung Pangan Nasional.

Atas dedikasi dalam menjadikan Jawa Timur produsen padi dan beras tertinggi secara nasional sepanjang tahun 2025, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025. Produksi padi di Jawa Timur mencapai 12.694.148 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Jawa Timur juga diharapkan mendukung kebijakan nasional dalam mewujudkan Swasembada Jagung dan Swasembada Gula.

Untuk Kepala Bakorwil, Khofifah meminta mereka turun langsung memetakan potensi dan keunggulan daerah. “Kepala Bakorwil harus secara detail melakukan pemetaan berbagai potensi dan keunggulan di masing masing daerah. Juga meningkatkan potensi daerah yang tidak dikenal menjadi daerah yang lebih bagus sehingga,” pungkasnya.

Pelantikan pejabat tinggi pratama ini merupakan hasil dari kombinasi Talent DNA, sistem merit, dan proses uji kompetensi yang melibatkan banyak tokoh dan pakar.