Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau peternakan Berkah Wafa Farm di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Khofifah memutuskan untuk membeli sapi jenis Belgian Blue sebagai hewan kurban untuk Idul Adha tahun ini. Ia juga memastikan ketersediaan hewan kurban di Jatim aman dan sehat.
Peternakan milik Faisal Effendi tersebut memiliki ratusan ekor hewan ternak unggul yang siap untuk kebutuhan kurban. Jenis-jenis sapi yang tersedia meliputi Peranakan Ongole (PO), Limosin, Simental, Red Brahman, Belgian Blue, hingga unta yang disuplai ke kebun binatang.
Gubernur Khofifah secara khusus tertarik pada sapi Belgian Blue. “Saya bahagia sekali melihat Sapi Belgian Blue. Ini obsesi lama sebetulnya. Awal diumumkan sebafai pemenang dalam Pilgub 2018, ada Dubes RI di Eropa yang memperjenalkan jenis sapi Belgian Blue. Saat itu masih sulit untuk proses kelahirannya. Saat ini sudah ditemukan tekonologi dengan persilangan indukan lokal. Saya Insyaallah akan ambil Sapi Belgian Blue untuk kurban tahun ini,” ujar Gubernur Khofifah.
Sapi Belgian Blue dikenal dengan keunggulan genetiknya, terutama pertumbuhan otot kekar yang ekstrem pada bagian kaki belakang. Di Berkah Wafa Farm Ngoro Mojokerto, sapi jenis ini berhasil dikembangkan dan dibudidayakan hingga mencapai berat lebih dari 1 ton, bahkan ada yang mencapai 1,4 ton.
Khofifah menjelaskan, tujuh tahun lalu bibit sapi Belgian Blue diperkenalkan dalam bentuk embrio yang kemudian dimasukkan ke sapi lokal melalui teknologi Embrio Transfer (TE). “Saat ini, di Indonesia dan Jawa Timur semen beku persilangan sapi belgian blue sudah dikembangkan di peternak dengan teknologi inseminasi buatan,” tambahnya.
Persilangan ini menghasilkan pedet unggulan dengan karakter double muscle atau otot ganda, yang berarti massa otot sangat menonjol terutama pada bagian paha, punggung, dan bahu. Keunggulan ini menghasilkan presentasi daging karkas yang lebih tinggi, lemak tubuh lebih rendah, pertumbuhan badan cepat, dan nilai ekonomis daging yang tinggi.
Menurut Khofifah, hal ini memberikan lebih banyak pilihan varian bagi peternak di Jawa Timur untuk budidaya yang lebih baik dan profit yang lebih tinggi. Masyarakat juga memiliki pilihan yang lebih banyak dan variatif untuk hewan kurban.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengungkapkan pertemuannya dengan Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia. “Beberapa hari lalu, saya ketemu dengan Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia, beliau setelah musim haji akan ke Jawa Timur ingin memastikan RPH halal disini,” kata Khofifah.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menawarkan agar sapi Jatim dapat menyuplai kebutuhan daging di Saudi Arabia. Pihak Saudi Arabia memberikan persyaratan khusus terkait kualitas ternak yang akan dikirim. “Selama ini mereka banyak impor daging dari Brazil dan Australia. Maka saya sampaikan Jatim siap untuk supply daging kambing, domba dan sapi. Beliau sampaikan syaratnya, dan rasanya kita bisa memenuhi persyaratan itu,” ujarnya optimis.
Optimisme ini juga didukung oleh hasil Misi Dagang Jatim di Malaysia yang berhasil melakukan perjanjian perdagangan kambing dan domba. “Market kita cukup besar dalam dan luar negeri. Bagi para peternak ini jadi good news dan new hope,” terangnya.
Terkait tinjauan di Mojokerto, Khofifah menegaskan populasi ternak di kabupaten tersebut mencukupi untuk kebutuhan kurban tahun ini. Data menunjukkan populasi sapi potong di Mojokerto mencapai 36.818 ekor (1,2 persen dari Jawa Timur), kambing 37.034 ekor (0,9 persen), domba 14.956 ekor (1,2 persen), dan kerbau 80 ekor (0,8 persen).
Gubernur Khofifah memastikan ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur untuk Idul Adha 1447 H dalam kondisi aman, sehat, bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan mencukupi untuk jenis sapi, kambing, maupun domba. “Kita sebetulnya mengalami surplus baik itu sapi, kambing, domba. Oleh karena itu, kepada yang akan melakukan penyembelihan hewan kurban, saya rasa banyak titik yang memungkinkan menjadi supply dari hewan kurban saat Idul Adha termasuk diluar Jawa Timur,” imbuhnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memastikan bahwa seluruh hewan kurban yang beredar telah memenuhi persyaratan kesehatan hewan serta sah sesuai ketentuan syariah. “Kenapa saya melakukan kunjungan ke tempat dimana ada stok sapi hewan kurban bebas PMK, aman untuk Idul Adha, karena semua harus mendapatkan kepastian bahwa sapi yang digunakan hewan kurban, selain memenuhi syariah, sapi ini sapi yang sehat,” tegasnya.
“Kami menghimbau agar masyarakat tidak khawatir dan tidak perlu ragu melakukan ibadah kurban karena ternak tersedia cukup dan penyakit sudah terkendali,” lanjut Khofifah. Ia menambahkan, pasokan hewan kurban dari Jawa Timur tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat di dalam provinsi, tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan daerah lain. “Tidak hanya untuk masyarakat Jawa Timur, masyarakat diluar Jawa Timur pun kalau mereka membutuhkan bisa mendapatkan hewan kurban yang aman dan sehat serta memenuhi syariah,” imbuhnya.
Didampingi Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Oktavian dan Kadisnak Indyah Aryani, Gubernur Khofifah juga berbagi sembako kepada ratusan masyarakat yang antusias menyambutnya.
