Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menargetkan peningkatan produksi padi hingga 3.000 ton gabah kering panen (GKP) per musim tanam. Target ambisius ini akan dicapai melalui optimalisasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 40 hektare di Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, pada Rabu (8/4).

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung swasembada pangan nasional. “Gowa adalah salah satu penopang pertanian di Sulsel. Saya tidak berhenti mendorong pertanian kita agar semakin maju,” ujar Husniah.

Dari luasan 40 hektare tersebut, pemerintah daerah memproyeksikan produktivitas rata-rata 5 hingga 6 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gowa, Zubair Usman, menyebutkan potensi tambahan produksi mencapai 2.500 hingga 3.000 ton GKP setiap musim tanam.

“Program CSR menjadi langkah konkret menjawab tantangan kebutuhan pangan. Gowa bersyukur menjadi daerah penerima manfaat. Tahun 2026 kami usulkan tambahan 30 hektar,” jelas Zubair.

Selain perluasan lahan, Bupati Sitti Husniah juga menekankan pentingnya dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani. Bantuan alsintan tidak hanya melalui sistem pinjam pakai, tetapi juga kepemilikan langsung. Saat ini, telah disalurkan berbagai alsintan seperti traktor roda empat, traktor roda dua, crawler, dan pompa air. Selain itu, benih unggul bersertifikat seperti Mekongga, Inpari 32, Inpari 9, Inpari 47, dan Nutrizinc juga telah didistribusikan.

Direktur Pelindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian RI, Dede Sulaiman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa Sulawesi Selatan, termasuk Gowa, merupakan wilayah potensial untuk program prioritas nasional ini. Selain CSR, pemerintah pusat juga menyiapkan program optimasi lahan untuk sawah eksisting seluas hampir 60 ribu hektare di Sulsel.

“Jika masih ada potensi lain di Gowa, kami siap mendukung. Harapan kami, sawah eksisting bisa menjadi lahan produktif untuk swasembada berkelanjutan,” pungkas Dede.