Partai Golkar melalui Wakil Ketua Umum DPP Ahmad Doli Kurnia Tandjung mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah tegas terkait gugurnya tiga prajurit TNI. Para prajurit tersebut tewas akibat serangan Israel ke markas Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) pada Minggu (29/3) dan Senin (30/3).

“Kita harus bersatu dan mendukung pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah dan sikap yang lebih tegas terhadap pihak mana pun yang melakukan kekerasan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa,” kata Doli dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (1/4).

Doli menyoroti bahwa ini bukan kali pertama Israel melakukan pelanggaran terhadap hukum humaniter. Sepanjang tahun 2025, ia mencatat lebih dari 8.300 serangan dilakukan Israel ke Palestina, dengan pelanggaran yang mencakup genosida, pendudukan ilegal, hingga penggunaan kekuatan berlebihan.

“Melihat semua pelanggaran itu, kita sebagai bangsa berdaulat harus mengutuk keras aksi tersebut, karena mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Apalagi dengan adanya korban dari TNI, seharusnya menjadi dasar untuk meningkatkan tekanan kita,” tegas Doli.

Anggota Komisi II DPR RI ini juga mengajak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk serius mendorong pemerintah melakukan langkah-langkah yang lebih tegas. Ia menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam upaya mengakhiri konflik yang berkepanjangan tersebut.

“Krisis ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga mengakibatkan korban jiwa di TNI,” ujar Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI itu.

Lebih lanjut, Doli mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan ulang keberadaan Indonesia di Board of Peace (BoP). Menurutnya, serangan Israel yang merenggut nyawa prajurit TNI merupakan bentuk “pengangkatan nyata” terhadap perdamaian, nilai utama yang dijunjung dalam BoP.

“Tidak ada gunanya kita duduk bersama di forum tersebut berbicara tentang perdamaian. Namun, di saat yang sama, mereka melakukan genosida, dan terus melakukan kampanye kekerasan ke mana-mana,” kritiknya.

Doli juga menekankan bahwa korban serangan bukan hanya prajurit TNI yang gugur, melainkan juga masa depan keluarga dan anak-anak mereka. Oleh karena itu, ia mendesak negara untuk memberikan penghargaan tinggi bagi para prajurit yang gugur, serta menjamin masa depan anak-anak korban, terkhusus pendidikannya.

Tiga prajurit TNI yang bertugas dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, gugur akibat serangan Israel pada Minggu (29/3) dan Senin (30/3). Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.