PSIM Yogyakarta harus mengakui keunggulan tuan rumah Persib Bandung setelah takluk 0-1 dalam laga Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Senin, 4 Mei 2026 sore. Gol cepat Patrico Matricardi pada menit kedua menjadi penentu kemenangan Maung Bandung dan sekaligus awal mimpi buruk bagi tim tamu.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan kekecewaannya terhadap gol kilat tersebut. Dalam konferensi pers pascalaga di Stadion GBLA, Gastel menyoroti bagaimana gol tersebut mengubah dinamika pertandingan.

Gastel: Gol Cepat Persib Jadi Awal Mimpi Buruk

“Kami memulai pertandingan dengan sangat buruk karena dalam satu menit kami sudah kebobolan lagi dari situasi bola mati,” ujar Gastel, mengutip pernyataannya. Ia menambahkan, “Itu menjadi awal yang sulit bagi kami, sekaligus memberi keuntungan bagi Persib karena mereka bisa bermain lebih bertahan dan menunggu kesalahan yang kami buat.”

Menurut juru taktik asal Belanda itu, gol tersebut membuat anak asuhnya kesulitan menyeimbangkan tempo permainan yang kemudian didikte oleh Persib. Meskipun demikian, Gastel tetap mengapresiasi perjuangan Ze Valente dan kawan-kawan yang tidak gentar menantang Persib, tim yang sedang di atas angin dan dekat dengan gelar juara Liga 1.

Gastel menyayangkan kegagalannya untuk menemukan solusi taktis sejak timnya tertinggal 0-1 di menit-menit awal pertandingan. Kekalahan ini membuat PSIM Yogyakarta harus pulang dengan tangan kosong dari markas Persib.