Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meyakini masyarakat akan beralih menggunakan transportasi publik. Keyakinan ini disampaikan Gibran usai meninjau proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 2A lintas Harmoni–Sawah Besar di Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2026. Proyek tersebut kini telah mencapai progres 59,76 persen.
Prioritas Transportasi Publik Modern
Gibran menegaskan bahwa transportasi publik modern merupakan salah satu prioritas utama pemerintah. Ia optimistis bahwa masyarakat akan berbondong-bondong menggunakan fasilitas tersebut jika memenuhi standar tertentu.
“Transportasi publik yang modern ini adalah salah satu prioritas Bapak Presiden. Saya yakin jika transportasi publiknya aman, nyaman, modern, dan terintegrasi, semua akan berbondong-bondong menggunakannya,” kata Gibran.
Dalam peninjauan tersebut, Gibran didampingi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat. Rombongan secara langsung meninjau perkembangan konstruksi bawah tanah, termasuk melakukan perjalanan melalui terowongan (tunnel) MRT.
Apresiasi Kebijakan Pemprov DKI dan Perhatian pada Kelompok Rentan
Selain meninjau proyek MRT, Gibran juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan pembebasan tarif transportasi bagi 15 golongan masyarakat. Kebijakan ini mencakup lansia dan penyandang disabilitas, yang menurutnya perlu diiringi dengan peningkatan kualitas layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi kelompok rentan.
“Yang paling penting sekali lagi aman dan nyaman untuk anak-anak, perempuan, ibu hamil, lansia, dan kaum difabel,” ujarnya.
Gibran turut memberikan apresiasi terhadap pengembangan transportasi publik lainnya di Jakarta, seperti LRT Jakarta dan Transjakarta. Ia menyoroti perluasan layanan Transjakarta yang kini telah menjangkau wilayah aglomerasi.
Berdasarkan data per 25 April 2026, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A lintas Bundaran HI–Kota telah mencapai progres 59,76 persen. Pekerjaan konstruksi, termasuk pembangunan dinding stasiun (diaphragm wall) dan struktur di area Duta Merlin, terus berjalan. Konektivitas terowongan bawah tanah dari Stasiun Sawah Besar menuju Harmoni juga telah dapat dilalui untuk keperluan teknis pekerjaan proyek.
