Harapan ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur untuk mudik Lebaran tahun ini terancam pupus. Eskalasi konflik geopolitik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah menjadi penyebab utama kekhawatiran ini.

BP3MI Jatim Pantau Ketat Kondisi PMI

Menyikapi situasi tersebut, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Pemantauan ketat terhadap perkembangan kondisi PMI di Timur Tengah menjadi prioritas utama.

Kepala BP3MI Jawa Timur, Gimbar Ombai Helawarnana, menyatakan bahwa perwakilan RI di negara-negara penempatan telah mengambil langkah antisipasi. “Untuk di Timur Tengah memang kondisinya sedang dikoordinasikan oleh semua perwakilan kita. Mereka sudah menerbitkan imbauan dan juga call center atau hotline bagi pekerja migran maupun WNI yang berada di wilayah tersebut,” ujar Gimbar di Surabaya, Minggu (8/3/2026).

Hotline dan Evakuasi Disiapkan

Gimbar menjelaskan, layanan hotline dan call center tersebut disiapkan agar PMI dan WNI dapat melaporkan kondisi mereka apabila membutuhkan bantuan. Ini termasuk jika diperlukan proses evakuasi atau penanganan khusus dari perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri.

“Jika pekerja migran kita membutuhkan bantuan atau bahkan evakuasi, itu bisa disampaikan melalui hotline yang telah disediakan oleh perwakilan RI di negara penempatan,” tegasnya.

Pendampingan Kepulangan di Tanah Air

Apabila PMI dari kawasan Timur Tengah nantinya dipulangkan ke Indonesia, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran melalui BP3MI menegaskan kesiapannya untuk memberikan pendampingan setibanya di Tanah Air. BP3MI Jawa Timur juga akan menyiapkan petugas di bandara untuk membantu proses kepulangan hingga mengantarkan PMI ke daerah asal masing-masing.

“Nanti ketika mereka dipulangkan ke Indonesia, kami dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran akan stand by di bandara untuk membantu mengantar mereka kembali ke daerah asal bekerja sama dengan pemerintah daerah,” jelas Gimbar.

Sebagai bentuk kesiapan, posko-posko khusus juga telah disiapkan di Bandara Juanda untuk menyambut kedatangan PMI di Jawa Timur, jika ada yang memang bisa pulang dari negara-negara di Timur Tengah.