Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 6,2 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari. Guncangan hebat yang dipicu aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust selatan Jawa ini diikuti oleh 21 gempa susulan hanya dalam kurun waktu 90 menit. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan bangunan dan menelan satu korban jiwa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gempa utama terjadi pada pukul 01.06 WIB. Guncangan dirasakan hingga wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, menunjukkan luasnya dampak dari aktivitas seismik ini.
Kronologi Gempa Susulan Pacitan
Setelah gempa utama, frekuensi gempa susulan tercatat sangat rapat. Berikut adalah 21 aktivitas seismik yang terekam stasiun BMKG dalam 90 menit pertama:
- Pukul 01.06 WIB: Gempa Utama (Mainshock) M 6,2
- Pukul 01.12 – 01.31 WIB: Susulan ke-1 s/d ke-4 (M 3,2 – 4,1)
- Pukul 01.32 – 02.00 WIB: Susulan ke-5 s/d ke-15 (M 2,5 – 4,2)
- Pukul 02.01 – 02.36 WIB: Susulan ke-16 s/d ke-21 (M 3,0 – 4,8)
Dampak Gempa: Satu Meninggal dan Belasan Rumah Rusak
Laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan dan BPBD Jawa Timur menunjukkan dampak signifikan di pesisir selatan. Satu orang dilaporkan meninggal dunia di Kecamatan Ngadirojo akibat kelelahan dan syok saat proses evakuasi.
Kerusakan infrastruktur meliputi 15 unit rumah di Pacitan (kategori ringan hingga berat), 3 rumah di Bantul, dan 1 rumah di Wonogiri. Selain itu, beberapa plafon bangunan perkantoran di Pacitan juga dilaporkan ambrol.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrusting). Ia menambahkan, secara geografis wilayah Pacitan berhadapan langsung dengan megathrust Jawa, menjadikan gempa ini pengingat pentingnya mitigasi struktural bagi masyarakat pesisir selatan.
Daryono juga merinci wilayah yang merasakan guncangan melalui media sosial resminya: “Gempa Pacitan pagi inii dirasakan di Bantul, Sleman, Pacitan IV MMI , di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, & Banjarnegara III MMI, di Tuban dan Jepara II MMI.”
Hingga berita ini diturunkan, BMKG memastikan bahwa rentetan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, warga diimbau untuk tidak menempati bangunan yang strukturnya sudah retak guna menghindari risiko akibat gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
