Gempa tektonik dangkal berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari pukul 01.30 WIB. Peristiwa alam ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia dan setidaknya 15 bangunan di wilayah Jawa Timur hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilaporkan mengalami kerusakan.

Dampak dan Kerusakan

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi. Laporan kerusakan bangunan tidak hanya datang dari Pacitan, tetapi juga mencakup wilayah Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah serta Kabupaten Gunungkidul di DIY. Sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding yang retak cukup parah.

BPBD Kabupaten Bantul, DIY, mencatat dampak gempa terjadi di 13 titik, dengan 20 bangunan rusak, termasuk dua fasilitas pendidikan yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis yang mengalami kerusakan cukup berat. Sebanyak 40 orang dilaporkan dirawat di DIY, dan 15 korban luka di Bantul.

Penjelasan BMKG dan Imbauan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa pusat gempa Pacitan berada di koordinat laut dengan kedalaman dangkal, dekat zona subduksi. BMKG juga menegaskan bahwa gempa ini merupakan jenis megathrust dan tidak berpotensi tsunami. Namun, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi dengan intensitas yang lebih kecil.

Warga diimbau untuk memastikan struktur bangunan rumah tetap aman sebelum memutuskan untuk kembali beraktivitas di dalam ruangan. Tim reaksi cepat BPBD telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi dan pendataan kerusakan lebih lanjut. Koordinasi antar-lembaga BPBD di lintas provinsi masih terus dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan logistik bagi warga yang rumahnya tidak lagi layak huni akibat guncangan tersebut.