PANGANDARAN – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Senin (4/5/2026) dini hari pukul 02.06.13 WIB. Pusat gempa berada di 66 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 29 kilometer, dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, episenter gempa terletak pada koordinat 8.25 LS dan 108.25 BT. Getaran gempa ini dirasakan cukup kuat di berbagai wilayah, termasuk Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut.

Herdiana (55), warga Kecamatan Cipatujah, Pangandaran, mengungkapkan kepanikan yang sempat melanda warga saat gempa terjadi. “Gempa bumi yang terjadi memang terasa getarannya membuat tetangga rumahnya berlari untuk menyelamatkan diri, karena semuanya takut pada kejadian yang pernah terjadi di tahun lalu. Akan tetapi, setelah kejadian kami dan tetangga kembali masuk rumah hingga kembali beristirahat meski gelombang air laut tetap normal seperti biasa,” ujar Herdiana, Senin (4/5/2026).

Di Kabupaten Tasikmalaya, getaran gempa dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Manonjaya, Singaparna, Cikatomas, dan Sukarame. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan kerusakan rumah warga.

“Relawan BPBD di beberapa lokasi tengah melakukan cek rumah pasca gempa bumi di Kabupaten Pangandaran yang dirasakan oleh masyarakat Manonjaya, Singaparna, Cikatomas dan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Karena, lokasi terpusat di Kabupaten Pangandaran getaranya terasa hingga Garut tapi untuk gelombang laut di Cipatujah tetap normal,” papar Abdul Azis.

BMKG menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi di Pangandaran ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Skala intensitas gempa dirasakan II-III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seolah ada truk berlalu.