Pembalap Alex Marquez menghadapi awal musim MotoGP 2026 yang penuh tantangan, memicu peringatan keras dari mantan bos tim, Francesco Guidotti. Guidotti menyoroti peningkatan ekspektasi terhadap pembalap asal Spanyol tersebut setelah ia mendapat dukungan penuh dari Ducati.
Perubahan status dari pembalap tim satelit menjadi bagian dari proyek pabrikan membuat Alex Marquez kini berada di bawah tekanan besar. Setiap hasil buruk kini tak luput dari sorotan, berbeda dengan musim sebelumnya.
Dari Kuda Hitam Menjadi Tumpuan Pabrikan
Musim 2025 menjadi titik balik bagi Alex Marquez. Membela tim Gresini Racing, ia tampil mengejutkan dengan meraih kemenangan perdananya di kelas premier dan mengakhiri musim sebagai runner-up klasemen, hanya kalah dari sang kakak, Marc Marquez.
Berkat performa impresif tersebut, Ducati memberikan kepercayaan lebih besar dengan menyediakan motor spesifikasi pabrikan untuk musim 2026. Namun, status baru ini juga membawa konsekuensi berupa tekanan yang jauh lebih besar untuk membuktikan diri.
Guidotti: Alex Tak Lagi Bebas Balapan
Dalam wawancara dengan Speedweek, Francesco Guidotti menegaskan bahwa situasi Alex Marquez kini telah berubah total. “Musim lalu dia tidak terlalu diperhatikan dan bebas balapan sesuai gayanya. Setiap hasil dianggap positif,” ujar Guidotti.
Ia melanjutkan, “Kini ada ekspektasi karena dukungan pabrikan. Di Thailand, itu berakhir dengan dia terjatuh.” Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa Alex Marquez kini harus mampu menyeimbangkan performa dan konsistensi di tengah tekanan dari tim pabrikan.
Hasil Buruk di Thailand Grand Prix
Performa Alex Marquez pada seri pembuka di Thailand Grand Prix menjadi alasan utama munculnya kritik tersebut. Balapan yang berlangsung di Chang International Circuit, Buriram, tidak berjalan sesuai harapan.
Alex hanya mampu finis di posisi ke-11 pada Sprint Race sebelum akhirnya gagal menyelesaikan balapan utama akibat kecelakaan pada lap ke-21. Hasil tersebut membuatnya belum mengoleksi poin dan terdampar di dasar klasemen sementara MotoGP 2026.
Performa Ducati Keseluruhan di Thailand
Tidak hanya Alex Marquez, performa keseluruhan Ducati pada seri pembuka juga mendapat perhatian. Duo tim VR46, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli, justru menjadi pembalap Ducati terbaik dengan finis di posisi keenam dan kedelapan.
Menurut Guidotti, keduanya sebenarnya menunjukkan kecepatan yang kompetitif meskipun hasil akhir belum maksimal. “Kecepatan mereka ada, hanya saja hasilnya belum sepenuhnya mencerminkan potensi yang dimiliki,” jelasnya.
Ujian Besar di Musim 2026
Situasi ini menandai babak baru dalam karier Alex Marquez. Jika sebelumnya ia berstatus sebagai kuda hitam tanpa tekanan besar, kini ia harus membuktikan diri sebagai pembalap yang mampu memenuhi ekspektasi tinggi dari pabrikan.
MotoGP 2026 akan menjadi ujian penting bagi Alex Marquez untuk menunjukkan bahwa performa impresif musim lalu bukan sekadar kejutan, melainkan awal dari konsistensi di level tertinggi.
