Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) secara intensif mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Fokus utama dalam persiapan ini adalah memastikan pelayanan prima dan berkeadilan bagi kelompok rentan, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan lanjut usia (lansia).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sulteng, Farid Rifai Yotolembah, di Palu pada Jumat (3/4/2026), menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar yang menuntut kesempurnaan pelayanan. Menurutnya, penting untuk menghadirkan layanan yang berkeadilan, berempati, serta berpihak pada kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Prioritas Layanan Jamaah Rentan

Farid secara spesifik menyoroti kebutuhan pelayanan bagi jamaah perempuan, penyandang disabilitas, dan lansia. “Khususnya bagi perempuan, disabilitas dan lansia, yang wajib kita pahami dan laksanakan dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Rapat koordinasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 telah dilaksanakan oleh Pemprov Sulteng sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh tahapan berjalan optimal. Kesiapan ini menjadi krusial mengingat data dari Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tengah.

Data tersebut menunjukkan bahwa dari total 1.751 calon haji Sulteng yang akan diberangkatkan pada musim haji 2026, sebanyak 351 di antaranya merupakan calon haji lansia. Angka ini menggarisbawahi perlunya kesiapan layanan yang lebih optimal, terutama dari aspek kesehatan, pendampingan, dan fasilitas pendukung lainnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Farid Rifai Yotolembah meminta seluruh pihak terkait untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas sektor. Hal ini bertujuan untuk memastikan pelayanan terbaik dapat diberikan kepada seluruh jamaah haji.

“Mari satukan pikiran dan langkah kita demi terwujudnya penyelenggaraan haji yang berkualitas, terhormat dan berkesan di hati seluruh masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya.