Kabar mengejutkan datang dari dunia animasi setelah film Avatar: The Last Airbender dilaporkan bocor di internet, jauh sebelum jadwal rilis resminya. Film yang sangat dinantikan ini tersebar luas di berbagai platform media sosial, termasuk X atau Twitter, memicu reaksi beragam dari penggemar dan tim produksi.

Kebocoran ini terjadi beberapa bulan sebelum penayangan resmi film tersebut di layanan streaming. Akun yang pertama kali menyebarkan film tersebut mengklaim bahwa mereka mendapatkan file lengkap secara tidak sengaja melalui email dari Nickelodeon. Namun, unggahan tersebut kini telah dihapus dari platform.

Pembatalan Rilis Bioskop dan Reaksi Penggemar

Sebelumnya, film Avatar: The Last Airbender direncanakan tayang di bioskop pada 9 Oktober 2026. Namun, Paramount memutuskan untuk membatalkan perilisan layar lebar dan mengalihkannya menjadi konten eksklusif di layanan streaming Paramount+.

Keputusan ini sempat menuai kritik dari para penggemar yang kecewa karena tidak dapat menikmati film di bioskop, terutama setelah kesuksesan besar film animasi lain seperti Demon Slayer: Infinity Castle di box office global.

Situasi semakin memanas setelah kebocoran film justru disambut positif oleh sebagian warganet. Beberapa di antaranya bahkan menyebarkan ulang cuplikan film, yang kemudian memicu reaksi keras dari pihak kreator.

Kekecewaan Tim Produksi

Salah satu animator yang terlibat dalam produksi film, Julia Schoel, menyuarakan kekecewaannya melalui media sosial. Ia menilai tindakan tersebut sangat tidak menghargai kerja keras tim produksi yang telah berinvestasi waktu dan tenaga selama bertahun-tahun.

“Kami mengerjakan film Aang ini selama bertahun-tahun dengan harapan bisa merayakan hasil kerja kami di bioskop… tapi justru melihat orang-orang membocorkan film ini begitu saja dan menyebarkannya di Twitter seperti permen,” ujar Schoel seperti dikutip dari IGN pada Kamis (16/4/2026).

“Saya tidak suka melihat orang menggunakan keputusan buruk Paramount menarik film dari bioskop sebagai pembenaran untuk membocorkannya. Saya paham jika orang tidak ingin berlangganan Paramount+, tapi membajak film setelah rilis setidaknya masih lebih baik daripada ini. Ini sangat tidak menghargai kerja keras para seniman.”

Schoel kemudian menjelaskan perbedaan signifikan antara kebocoran sebelum rilis dan pembajakan setelah rilis. “Membocorkan film sebelum rilis merusak seluruh upaya di momen paling rentan. Tidak ada promosi, premiere, dan itu bisa merusak reputasi film serta peluang masa depan para kreator,” tambahnya.

Dukungan terhadap para kreator juga datang dari pelaku industri lain, termasuk Tessa Bright. Ia menyatakan, “Saya memahami setiap orang punya pendapat, tapi sangat menyedihkan melihat bagaimana sebagian fans memperlakukan para seniman yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk proyek ini.”

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menghargai karya kreatif dan upaya di baliknya. Para kreator berharap penonton tetap mendukung perilisan resmi film tersebut agar industri animasi dapat terus berkembang dan menghadirkan karya-karya berkualitas di masa depan.