Penyanyi muda berbakat, Fadhilah Intan, berhasil memukau para penikmat musik di Kota Pahlawan melalui gelaran konser intim bertajuk “Seraya 2.0 — Celebrating New Chapters Through Memories and Melodies”. Konser yang diselenggarakan pada Minggu (26/4/2026) di Balai Pemuda Surabaya ini menjadi panggung perayaan ganda bagi Fadhilah.
Selain memperingati hari ulang tahunnya yang jatuh pada bulan April, acara ini juga menjadi momen penting untuk merangkum perjalanan musikalnya. Konser ini sekaligus membuka lembaran baru dalam kariernya di industri musik Tanah Air.
Perjalanan dan Konsep Intim “Seraya 2.0”
Fadhilah menjelaskan, konser intim di Surabaya ini merupakan kelanjutan dari acara serupa yang sebelumnya sukses dilangsungkan di Jakarta. Surabaya dipilih sebagai lokasi “Seraya 2.0” karena merupakan kota kelahiran sang penyanyi.
“Yang pertama di Jakarta dengan audiennya 250 orang. Kedua di Surabaya, di kota kelahiranku. Ini kapasitasnya 750 orang dan Alhamdulillah penuh,” kata Fadhilah, mengungkapkan antusiasme penonton yang memadati Balai Pemuda.
Sesuai dengan tajuknya, “Seraya 2.0” dikemas dengan konsep intim yang menghadirkan interaksi hangat dan sangat personal antara musisi dan penonton. Setiap lagu yang dilantunkan Fadhilah menjadi representasi dari kenangan, proses pendewasaan, serta pertumbuhan yang telah dilaluinya.
Fadhilah menyadari betul, langkahnya menjadi penyanyi tidaklah mudah. Ia telah melewati berbagai proses, mulai dari mengikuti lomba menyanyi di pusat perbelanjaan, ajang pencarian bakat, hingga memproduksi konten untuk menunjukkan kemampuannya. Ia pun berbagi pesan inspiratif kepada para calon musisi.
“Jangan pernah berhenti karena gak pernah tahu rezeki kita kapan datangnya. Siapa tau dari sekian banyak konten yang kita buat ada yang dinotice oleh produser,” ujarnya, menekankan pentingnya konsistensi dan semangat pantang menyerah.
Kolaborasi dan Peluncuran Karya Baru
Kemegahan konser ini semakin terasa berkat iringan musik live dari String Orchestra of Surabaya (SOOS) yang dipimpin langsung oleh konduktor Andre Lizt. Fadhilah tidak tampil sendiri; ia berbagi panggung dengan sejumlah musisi yang memiliki peran penting dalam perjalanan kariernya.
Deretan nama seperti Barsena Bestandhi, Yogie Nandes, Laura Geraldine, hingga sang produser musik Hendro Djasmoro, turut memeriahkan suasana. Kolaborasi apik ini menjadi simbol kebersamaan dan dedikasi panjang mereka dalam bertumbuh di industri musik.
Salah satu kejutan dan sorotan utama dalam konser “Seraya 2.0” adalah sesi eksklusif peluncuran karya terbaru. Untuk pertama kalinya, Fadhilah Intan memperdengarkan lagu teranyarnya secara langsung di hadapan publik. Lagu berjudul Simpul tersebut merupakan proyek kolaborasi perdananya dengan musisi asal Malaysia, Daniesh Suffian, memberikan pengalaman eksklusif bagi para penonton yang hadir.
Tak hanya menghadirkan rekan sejawat, sisi kekeluargaan juga sangat kental terasa di atas panggung. Fadhilah memberikan sentuhan emosional dengan mengajak adik-adiknya, yakni Shafira Putri, Erina Surviva, Corraina Mutiara, dan Queen Risma, untuk tampil bernyanyi bersama.
Melalui konser perayaan ini, Fadhilah Intan membuktikan bahwa “Seraya 2.0” bukan sekadar rutinitas pertunjukan musik biasa, melainkan sebuah ruang untuk berbagi kisah di balik setiap melodi. Gelaran ini sukses mempererat ikatan emosional antara Fadhilah dan para pendengarnya, menyongsong karya-karya yang lebih luas di masa mendatang.
