Erin Taulany mengambil langkah hukum tegas dengan melayangkan somasi resmi kepada Yayasan Nida Manik, penyalur asisten rumah tangga (ART). Keputusan ini diambil setelah ia dituduh melakukan penganiayaan terhadap mantan ART-nya, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Erin.
Langkah tegas ini diambil karena pihak yayasan dinilai telah ikut campur dan menggiring opini publik tanpa mengetahui fakta sebenarnya yang terjadi. Somasi ini menjadi peringatan keras agar pengelola yayasan berhenti memberikan pernyataan yang tidak berdasarkan pengalaman langsung.
Tantang Yayasan Buktikan Keterangan
Erik, salah satu anggota tim hukum Erin, menegaskan, “Kiranya sangatlah jelas dan terang benderang adanya saudari memberikan suatu keterangan dan atau suatu pernyataan yang disandarkan dan atau diperoleh dari orang lain.” Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (8/5/2026).
Melalui somasi tersebut, tim hukum Erin ingin memperjelas bahwa informasi yang disebarkan yayasan hanyalah bersifat desas-desus belaka. Mereka menantang yayasan untuk membuktikan validitas keterangan mereka terkait rangkaian peristiwa di rumah kliennya.
Siap Hadapi Laporan Polisi
Menghadapi laporan dugaan penganiayaan di kepolisian, Erin menyatakan kesiapannya untuk bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Ia merasa tidak perlu takut karena mengklaim memiliki semua bukti kuat untuk mementahkan tuduhan yang diarahkan kepadanya.
“Sangat siap sekali, karena saya punya buktinya semua,” ujar Erin dengan penuh percaya diri mengenai kesiapannya memenuhi panggilan penyidik. Tim kuasa hukumnya pun yakin bahwa kepolisian akan bekerja secara transparan dan profesional dalam mengusut tuntas perkara ini.
Bantah Isu Blacklist
Di tengah kemelut tersebut, Erin juga angkat bicara mengenai isu miring yang menyebut namanya telah masuk dalam daftar hitam (blacklist) yayasan ART. Dengan nada santai, ia membantah keras kabar tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak kesulitan mencari pekerja baru.
Erin menjelaskan bahwa saat ini aktivitas di rumahnya tetap berjalan normal dengan bantuan tenaga kerja pengganti yang sudah bertugas. Mantan istri Andre Taulany itu mengklaim memiliki 3 ART yang didapat dari yayasan berbeda.
