Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa pembangunan olahraga di Indonesia perlu diubah paradigmanya, dari sekadar biaya menjadi potensi pendapatan bagi negara. Pernyataan ini disampaikan Erick di Kantor Kemenpora, Jakarta, pada Rabu (1/7/2026).
Menurut Erick, selama ini olahraga masih sering dipersepsikan sebagai beban. Padahal, sektor ini memiliki peluang besar untuk menjadi sumber ekonomi, penghasil pendapatan, sekaligus sarana efektif untuk memperkuat citra nasional di mata dunia.
“Kita punya sumber daya alam, industrialisasi, tetapi banyak yang terlupakan dengan sport tourism sebagai potensi pendapatan,” ujar Erick dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Kamis (2/7/2026), sebagaimana dikutip Antara.
Erick mencontohkan sport tourism atau wisata olahraga sebagai salah satu komponen krusial dalam sektor pariwisata global. Secara internasional, wisata olahraga mampu menyumbang pendapatan fantastis hingga Rp9.800 triliun, dengan laju pertumbuhan sekitar delapan persen setiap tahunnya.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa ketika Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen, sport tourism harus diintegrasikan sebagai bagian integral dari strategi pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
