Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas upaya gencatan senjata di Iran dengan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif melalui sambungan telepon pada Kamis, 9 April 2026. Dalam percakapan tersebut, Erdogan menegaskan kesiapan Turki untuk mendukung penuh proses perdamaian dan stabilitas yang langgeng di kawasan.
Kantor kepresidenan Turki melaporkan bahwa selama pembicaraan, kedua pemimpin mendiskusikan perkembangan terkini terkait gencatan senjata di Iran. Presiden Erdogan menyampaikan apresiasinya kepada Perdana Menteri Sharif atas peran aktifnya dalam memfasilitasi proses tersebut.
“Presiden Erdogan menyatakan bahwa periode gencatan senjata selama dua minggu harus dimanfaatkan secara efektif,” demikian bunyi pernyataan dari kantor kepresidenan Turki. Ia menambahkan bahwa Ankara akan terus berkontribusi pada upaya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan.
Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Erdogan atas kontribusinya dalam proses perdamaian yang sedang berlangsung.
Latar belakang pembicaraan ini adalah pengumuman penting dari Presiden AS Donald Trump pada Selasa malam, 7 April 2026. Trump menyatakan bahwa ia telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua minggu dengan Iran, dan memastikan bahwa Iran juga telah setuju untuk membuka Selat Hormuz.
Menanggapi hal tersebut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian mengumumkan bahwa Teheran akan memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat pada Jumat, 10 April 2026, di ibu kota Pakistan, Islamabad.
