Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait keputusan Gregoria Mariska Tunjung untuk mengakhiri perjalanannya di Pelatnas Cipayung. Pemain yang akrab disapa Jorji ini memilih mundur setelah lebih dari satu dekade, tepatnya 12 tahun, menjadi bagian dari pusat pelatihan nasional.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses komunikasi intens antara Jorji dengan jajaran pelatih serta pengurus PBSI. Dalam surat pengajuan resminya kepada federasi, peraih perunggu Olimpiade Paris 2024 itu menyampaikan rasa terima kasih atas seluruh dukungan, kepercayaan, dan pengalaman yang didapat selama berada di Pelatnas.
PBSI menyatakan menghormati langkah yang diambil tunggal putri berusia 26 tahun tersebut. Kondisi fisik menjadi faktor utama di balik keputusan ini. Jorji masih berjuang memulihkan kesehatannya setelah mengalami vertigo, yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.
Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, menilai keputusan Jorji layak dihargai mengingat kontribusi besar yang telah diberikan selama membela Indonesia. “Gregoria sudah memberikan begitu banyak untuk bulu tangkis Indonesia dan menghadirkan banyak kebanggaan bagi kami semua,” ujar Eng Hian.
