Empat pengurus inti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, secara mengejutkan menyatakan mundur dari jabatannya pada Jumat (15/5/2026). Keputusan ini diduga kuat dipicu oleh ketidakselarasan visi dengan Ketua KONI Makassar, Ismail, serta mencuatnya dugaan masalah dalam pengelolaan anggaran hibah dari Pemerintah Kota Makassar.

Sekretaris KONI Kota Makassar, Iqbal Djalil, yang menjadi salah satu dari empat pengurus yang mundur, memberikan alasan personal saat dikonfirmasi. “Kalau saya mengundurkan diri karena ingin fokus dengan bisnis, pekerjaan dulu,” kata Iqbal Djalil di Makassar.

Selain Iqbal Djalil, tiga pengurus inti lainnya yang turut mengundurkan diri adalah Wakil Sekretaris KONI Makassar Queensyah Azahrah Kirana Siliwangi, Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran Andi Yasin Iskandar, serta Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Arianto Najib.

Dugaan Ketidakselarasan Visi dan Pengelolaan Anggaran

Informasi yang beredar luas menyebutkan bahwa keempat pengurus inti ini merasa tidak cocok dengan gaya kepemimpinan Ketua KONI Makassar, Ismail. Beberapa spekulasi pun muncul di tengah kegaduhan yang melanda organisasi yang menaungi berbagai cabang olahraga di kota tersebut.

Dugaan kuat lainnya adalah adanya permasalahan dalam pengelolaan keuangan KONI Makassar. Dana hibah yang diterima dari Pemerintah Kota Makassar diduga telah dihabiskan tanpa laporan yang transparan dan tidak sesuai peruntukannya. Salah seorang pengurus yang mengundurkan diri, yang enggan disebutkan namanya, secara tegas mengungkapkan kekecewaannya.

“Saya tekankan di sini, karena visi tidak sejalan dengan kepemimpinan beliau (Ismail) dan sudah tidak cocok dengan gaya kepemimpinan dengan ketua sekarang. Sudah terlalu rusak di dalam, paling parah pengelolaan anggaran, makanya lebih baik mundur saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar mengalokasikan dana hibah sebesar Rp15 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 untuk KONI Makassar. Dugaan kuat menyebutkan bahwa anggaran tersebut telah habis tanpa adanya pelaporan pengelolaan keuangan yang akuntabel.

Dinamika internal KONI Makassar yang berlarut-larut tanpa solusi, serta dugaan pengabaian terhadap sejumlah saran dari para pengurus, disebut-sebut menjadi faktor pendorong utama keputusan mereka untuk mundur.

Hingga berita ini ditulis, Ketua KONI Makassar Ismail belum memberikan tanggapan terkait mundurnya empat pengurus intinya. Upaya konfirmasi melalui telepon maupun pesan singkat di media sosial WhatsApp belum direspons.