Tim voli putri Bandung bjb Tandamata harus menelan pil pahit setelah langsung tersingkir dari ajang AVC Champions League 2026. Berlaga di MCC Hall 3rd Floor, Bangkok, Senin (27/4), tim kebanggaan Kota Kembang itu takluk telak 0-3 (22-25, 20-25, 22-25) dari Supreme Volleyball Club.
Kekalahan ini mengakhiri kiprah Bandung bjb Tandamata di turnamen voli antarklub Asia tersebut. Pelatih Bandung bjb Tandamata, Eko Waluyo, mengungkapkan bahwa kurangnya kerja sama tim menjadi biang kerok utama kegagalan anak asuhnya.
Analisis Pelatih: Kurangnya Kekompakan Tim
“Dalam pertandingan ini kami kalah dalam masalah kerja sama tim,” ujar Eko Waluyo, yang akrab disapa Eko Pacog, saat dihubungi JPNN.com. Ia menambahkan bahwa Yolla Yuliana dan rekan-rekannya kesulitan mempertahankan momentum di beberapa situasi krusial, yang berujung pada kekalahan dalam tempo 1 jam 32 menit.
Sepanjang pertandingan, tim yang memiliki empat gelar juara ini memang terlihat kesulitan membendung permainan solid dari Supreme Volleyball Club. Eko Waluyo tidak menampik bahwa lawan bermain lebih baik.
“Harus saya akui, Supreme Volleyball Club bermain lebih rapi. Dari semua lini mereka sangat solid,” kata juru taktik asal klub Bharata Muda itu.
Persiapan Minim Jadi Faktor Penentu
Selain masalah kekompakan, Eko juga menyoroti persiapan tim yang dinilai kurang matang menghadapi ajang sekelas AVC Champions League. Minimnya waktu persiapan disebut menjadi salah satu faktor krusial yang membuat Bandung bjb Tandamata tidak mampu menampilkan performa terbaiknya.
Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Bandung bjb Tandamata untuk ajang-ajang berikutnya, terutama dalam hal persiapan dan pembangunan chemistry tim.
