Dua awak Kapal Motor (KM) Citra Anugrah meninggal dunia setelah kapal tersebut terbakar hebat disertai ledakan saat bersandar di Pelabuhan Rauf Rahman Benteng, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Senin (16/3/2026).

Kedua korban tewas adalah Aryadin (40), kapten kapal, dan Arif Jaya (40), anak buah kapal (ABK). Keduanya tidak sempat menyelamatkan diri saat insiden tragis itu terjadi. Sementara itu, dua ABK lainnya berhasil selamat. Iksan (45) mengalami patah tulang kaki setelah melompat dari kapal, dan Irfan (35) hanya menderita luka ringan.

Penyebab Diduga Ledakan Tabung Gas

Kapolres Selayar AKBP Didid Imawan mengungkapkan dugaan awal penyebab kebakaran. “Berdasarkan temuan awal di lokasi kejadian, diduga ledakan berasal dari tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram yang ditemukan dalam kondisi terbelah,” ujar AKBP Didid Imawan dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3/2026).

KM Citra Anugrah, milik Haji Salam, diketahui memuat sekitar 2.000 paket dos barang campuran. Muatan tersebut meliputi bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan pertalite, serta tabung gas ukuran tiga kilogram dan 12 kilogram. Sejumlah barang tersebut bahkan berhamburan di sekitar dermaga akibat ledakan.

Rencananya, seluruh barang campuran ini akan dibawa ke Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Selayar, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Penanganan dan Antisipasi Logistik

Petugas dari Polres Kepulauan Selayar bersama instansi terkait segera bergerak ke lokasi kejadian. Mereka melakukan evakuasi korban, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi, serta membantu pemadaman api yang sempat mengeluarkan asap hitam tebal di area pelabuhan.

Kapolres menjelaskan, muatan kapal naas itu merupakan pasokan kebutuhan pokok masyarakat untuk dikirim ke Kecamatan Pasimarannu menjelang lebaran tahun ini. Atas kejadian ini, pihak terkait berkoordinasi guna mengantisipasi kemungkinan terhambatnya distribusi logistik ke wilayah tersebut, mengingat kebutuhan jelang lebaran yang meningkat.

Dua korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Kecamatan Pasimarannu, setelah keluarga menyatakan penolakan untuk dilakukan proses autopsi. Meski dugaan awal mengarah pada ledakan tabung gas, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti peristiwa kebakaran tersebut.