SAMARINDA – Jembatan Mahakam I kembali menjadi sasaran tabrakan kapal, memicu keprihatinan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur. Insiden terbaru yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) malam ini menambah panjang daftar kecelakaan serupa, sekaligus menyoroti urgensi evaluasi pengawasan alur sungai.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyatakan kekecewaannya atas berulangnya kejadian tersebut. “Saya menyayangkan kejadian tabrakan kapal ke Jembatan Mahakam ini. Tak hanya karena berbahaya terhadap keselamatan pengguna jembatan dan awak kapal, namun juga kurang baik untuk citra Provinsi Kalimantan Timur,” ujar politisi yang akrab disapa Nanda itu, melalui keterangannya pada Selasa (10/3/2026).
Politisi PDI Perjuangan tersebut mendesak seluruh pihak berwenang untuk segera mengambil langkah konkret guna mencegah insiden serupa terulang. “Saya harap ke depannya tak terulang. Karenanya saya menghimbau semua pihak, terutama otoritas terkait untuk mengambil tindakan dan membuat strategi mitigasi terbaik,” tegasnya.
Kapal SPOB Tabrak Pilar dan Tinggalkan Lokasi
Insiden terbaru melibatkan sebuah kapal jenis SPOB (Self Propelled Oil Barge) yang menabrak salah satu pilar Jembatan Mahakam I. Peristiwa ini terekam dalam video amatir yang diambil warga dari lantai atas HARRIS Hotel Samarinda. Dalam rekaman tersebut, kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) itu terlihat menabrak struktur jembatan sebelum kemudian melaju meninggalkan area sekitar.
Hingga Minggu malam, otoritas terkait seperti kepolisian perairan maupun Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda belum memberikan keterangan resmi mengenai tingkat kerusakan pilar maupun identitas pasti kapal yang terlibat. Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa kapal SPOB tersebut sudah tidak ditemukan di sekitar lokasi tidak lama setelah kejadian, menimbulkan pertanyaan besar terkait tanggung jawab pihak pemilik kapal.
24 Kali Ditabrak Sejak April 2025
Kejadian pada 8 Maret 2026 ini menambah daftar panjang insiden tabrakan kapal terhadap Jembatan Mahakam I. Berdasarkan data yang dihimpun, sejak April 2025 hingga awal Maret 2026, jembatan tertua di ibu kota Kalimantan Timur itu telah ditabrak sebanyak 23 kali. Mayoritas insiden tersebut melibatkan tongkang pengangkut batu bara maupun kayu.
Pada April 2025 lalu, salah satu tabrakan bahkan sempat menyebabkan kerusakan signifikan pada pilar keempat jembatan. Dengan insiden terbaru yang melibatkan kapal SPOB, total jumlah tabrakan kini tercatat mencapai 24 kali dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
